Kasus Corona Aktif Sukoharjo Tembus 1.799 Kasus, Berikut Ini Update Sebaran Tiap Kecamatan

Waspada virus corona.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo terus naik signifikan. Berdasarkan update pada 28 Februari 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo sudah mencapai 1.799 kasus dari sebelumnya 1.712 kasus (update 26 Februari). Kasus corona aktif terbanyak masih ada di Kecamatan Kartasura dengan 536 kasus disusul Kecamatan Bendosari dengan 194 kasus.

“Berdasarkan update per 28 Februari, 1.799 kasus corona aktif tersebar di 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo dan terbanyak ada di Kecamatan Kartasura,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Selasa (1/3/2022).

Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 28 Februari 2022:

KECAMATANPOSITIF AKTIFKASUS KEMATIAN
GROGOL1221
MOJOLABAN1158
GATAK164
BULU058
KARTASURA0205
TAWANGSARI077
POLOKARTO0128
NGUTER0105
SUKOHARJO0163
BENDOSARI0123
WERU080
BAKI0152
JUMLAH31.534

Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 209 kasus, kemudian Kartasura dengan 191 kasus, dan Sukoharjo dengan 152 kasus kematian.

Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 28 Februari 2022 mencapai 18.022 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.811 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.412 kasus meninggal, dan 1.799 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 1.675 kasus isolasi mandiri, satu kasus isolasi terpusat, dan 123 kasus rawat inap di rumah sakit.

Tuti menambahkan, penularan virus corona dalam beberapa hari terakhir naik signifikan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Selain itu, pemberian vaksin booster juga terus dilakukan. (nano)

Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar