
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo terus naik signifikan. Berdasarkan update pada 21 Februari 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo naik tembus angka 1.188 kasus dari sebelumnya 1.002 kasus (update 19 Februari). Kasus corona aktif terbanyak masih ada di Kecamatan Kartasura dengan 330 kasus disusul Kecamatan Sukoharjo dengan 125 kasus.
“Berdasarkan update per 21 Februari, 1.188 kasus corona aktif tersebar di 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo dan terbanyak ada di Kecamatan Kartasura,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Selasa (22/2/2022).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 21 Februari 2022:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 207 kasus, kemudian Kartasura dengan 191 kasus, dan Sukoharjo dengan 152 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 21 Februari 2022 mencapai 16.991 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.402 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.401 kasus meninggal, dan 1.188 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 1.008 kasus isolasi mandiri, tiga kasus isolasi terpusat, dan 87 kasus rawat inap di rumah sakit.
Tuti menambahkan, penularan virus corona dalam beberapa hari terakhir naik signifikan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Selain itu, pemberian vaksin booster juga terus dilakukan. (nano)



Facebook Comments