Kasus Corona Aktif Sukoharjo Melejit, Terbanyak di Kecamatan Kartasura dan Grogol

Waspada virus corona. (ILustrasi)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo kembali melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan update pada 2 Februari 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo naik menjadi 160 kasus. Kasus corona aktif terbanyak ada di Kecamatan Kartasura dengan 80 kasus disusul Kecamatan Grogol dengan 48 kasus.


“Berdasarkan update per 2 Februari, dari 12 kecamatan, 160 kasus corona aktif tersebar di sembilan kecamatan, sedangkan tiga kecamatan lainnya masih nol kasus aktif,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Kamis (3/2/2022).

Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 2 Februari 2022:

KECAMATANPOSITIF AKTIFKASUS KEMATIAN
GROGOL1221
MOJOLABAN1158
GATAK164
BULU058
KARTASURA0205
TAWANGSARI077
POLOKARTO0128
NGUTER0105
SUKOHARJO0163
BENDOSARI0123
WERU080
BAKI0152
JUMLAH31.534

Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 202 kasus, kemudian Kartasura dengan 189 kasus, dan Sukoharjo dengan 148 kasus kematian.

Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 2 Februari 2022 mencapai 15.432 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.889 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.383 kasus meninggal, dan 160 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 147 kasus isolasi mandiri dan 13 kasus rawat inap di rumah sakit.

Yunia menambahkan, potensi penularan virus corona masih ada dan dalam beberapa hari terakhir cenderung naik. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Selain itu, pemberian vaksin booster juga mulai dilakukan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar