Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona aktif di Kabupaten Sukoharjo sudah melandai. Berdasarkan update pada 14 Mei 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo tinggal delapan kasus. Dari 12 kecamatan yang ada, delapan kecamatan diantaranya tercatat sudah nol kasus positif corona karena delapan kasus positif aktif yang masih ada tersebar di empat kecamatan.
“Berdasarkan update per 14 Mei, masih delapan kasus corona aktif yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Sukoharjo dimana delapan kecamatan sudah nol kasus. Kecamatan yang masih ada kasus masing-masing Grogol, Bulu, Kartasura, dan Tawangsari,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Senin (16/5/2022).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 14 Mei 2022:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona juga mengalami kenaikan. Sesuai data, kasus kematian terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 221 kasus, kemudian Kartasura dengan 205 kasus, dan Sukoharjo dengan 163 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 14 Mei 2022 mencapai 20.676 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.135 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.533 kasus meninggal, dan delapan kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari tujuh kasus isolasi mandiri dan satu kasus rawat inap di rumah sakit.
Tuti menambahkan, penularan virus corona dalam beberapa hari sudah mengalami penurunan signifikan. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6 plus. Selain itu, pemberian vaksin booster juga terus dilakukan. (nano)
Tinggalkan Komentar