Kapolda Jateng Kunjungi Ponpes Al Mukmin Ngruki, Salat Subuh Berjamaah

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat berkunjung ke Ponpes Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol dan mengikuti salat subuh berjamaah, Jumat (30/3). Turut hadir Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan Kapolres AKBP Iwan Saktiadi.

Sukoharjonews.com (Grogol) – Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono kembali berkunjung ke Sukoharjo, Jumat (30/3). Kali ini, Kapolda mengunjungi Ponpes Al Mukmin Ngruki, Grogol. Di ponpes tersebut, Kapolda salat subuh berjamaah dan mengajak warga ponpes Al Mukmin Ngruki untuk ikut mewaspadai berita hoax yang tengah marak akhir-akhir ini.



“Saat ini perkembangan teknologi dan informasi begitu pesat. Kondisi ini membawa banyak dampak dan perubahan,” ungkapnya.

Dikatakan Kapolda, perkembangan teknologi informasi khususnya internet disatu sisi membawa manfaat yang baik seperti aplikasi membaca Al-Quran di handphone dan lainnya. Namun, disisi lain perkembangan teknologi juga membawa dampak negatif. Dampak negatif yang muncul antara lain maraknya berita bohong atau hoax. Salah satunya peredaran berita hoax mengenai penganiayaan ulama.

Terkait penganiayaan ulama, ujar Kapolda, terdapat satu kasus yang sudah diungkap oleh Polda Jateng yakni kasus penganiayaan ulama di Kendal, Jateng. Menurutnya, pelaku penganiayaan ulama di Kendal tersebut sudah tertangkap. Namun, pelaku penyerangan terhadap ulama tersebut tidak gila.

“Dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Motif pelaku adalah melihat tas yang dibawa ulama tersebut dan ingin menguasainya,” paparnya.

Kapolda juga mengatakan, Polda sudah mendatangi rumah pelaku dan kondisinya memprihatinkan. Pelaku memiliki anak satu dan tidak sekolah. Mengetahui hal itu, dia sudah memerintahkan agar anak pelaku dirawat dan disekolahkan.

Dalam kasus tersebut, yang dia sesalkan adalah adanya pihak yang mengedit kabar penganiayaan ulama sebagai bentuk kebangkitan PKI. Menurutnya, kabar seperti itu bahaya karena ingin memecah belah. Setelah dilakukan pengungkapan, ternyata kabar itu bohong alias hoax.

“Saya mengimbau untuk hati-hati dengan berita bohong tersebut. Selain itu, bagi orang yang membuat dan menyebarkan akan terjerat UU ITE. Pesan-pesan yang tidak bermanfaat dihapus saja,” imbaunya.

Disisi lain, Kapolda juga mengapresiasi sambutan dari Pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki KH Ibnu Chanifah dan Ketua Yayasan Ustadz Wahyudin yang hadir dalam peresmian gedung Polda Jateng beberapa waktu lalu. Kapolda juga berterimakasih pada Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang berkenan hadir dalam kegiatan di Ponpes Al-Mukmin Ngruki. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *