
Sukoharjonews.com -Sendawa atau melepaskan udara melalui mulut. Pada kenyataannya, bersendawa umum dialami manusia seperti sesuai makan, sedang masuk angin, dan lainnya.
Dilansir dari Healthline, Selasa (24/10/2023), sendawa dapat diartikan dengan banyak hal, tergantung dari kebudayaan masyarakat tertentu. Pada budaya masyarakat Timur Tengah, bersendawa setelah makan dianggap sebagai bentuk penghargaan kepada empunya rumah. Sementara itu di Indonesia, kebanyakan masyarakat menganggapnya sebagai perilaku tidak sopan.
Terlepas dari kebudayaan yang dianut, sendawa merupakan proses alami tubuh yang wajar terjadi. Umumnya, sendawa terjadi untuk mengeluarkan udara yang masuk ke tubuh saat seseorang makan atau minum. Ketika mengunyah, secara tidak sadar mulut juga mengisap udara. Dengan adanya sendawa maka perut akan terhindar dari kembung.
Akan tetapi, frekuensi dan intensitas sendawa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut ini.
1.Minum atau makan terlalu cepat
2.Konsumsi minuman soda atau berkarbonasi
3.Napas terengah-engah atau terlalu cepat
4.Tertawa
5.Makanan yang tinggi gula, serat, pati seperti brokoli, bawang putih, kubis, pisang serta lainnya
6.Memiliki masalah pencernaan
Maka dari itu penting untuk sedikit mengubah gaya hidup agar sendawa yang dihasilkan tidak terlalu mengganggu dengan:
1.Minum dan makan secara perlahan
2.Tidak berbicara ketika sedang mengunyah
3.Minum menggunakan sedotan
4.Makan dengan porsi sedikit-sedikit saat memasukkan ke mulut
Seperti yang sudah disebutkan di atas, sendawa wajar terjadi. Namun demikian, ada beberapa gangguan atau penyakit yang bisa ditandai dengan sendawa tak wajar. Salah satunya adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung naik. Selain menyebabkan perasaan tidak nyaman di saluran pencernaan, GERD sering kali menyebabkan sendawa.
Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika sendawa yang dialami terasa berbeda atau janggal dibandingkan dengan biasanya.(patrisia argi)



Facebook Comments