Kamera VR Baru yang Disebut “Calf” Diluncurkan, Ini Spesifikasinya

Kamera VR Changba “Calf”. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Changba Karaoke adalah aplikasi karaoke seluler populer dari China yang memungkinkan pengguna untuk bernyanyi dan merekam penampilan mereka di smartphone. Dengan perpustakaan lagu yang luas dan fitur yang dapat disesuaikan seperti kunci dan tempo, pengguna dapat menyesuaikan pengalaman karaoke mereka.

Dilansir dari Gizmochina, Rabu (21/6/2023), aplikasi ini menawarkan efek audio dan video waktu nyata, dan pengguna dapat membagikan rekaman mereka dengan orang lain di platform, berpartisipasi dalam kompetisi, dan mengikuti penyanyi favorit mereka. Karaoke Changba telah menjadi fenomena budaya, berkontribusi pada pertumbuhan digital budaya karaoke. Sekarang, Changba, perusahaan di balik aplikasi Karaoke terkenal ini, telah meluncurkan kamera VR baru.

Pendiri Changba, Chen Hua, baru-baru ini mengumumkan peluncuran perusahaan ke bidang VR. Kamera VR mereka, bernama “Calf”, bersama dengan perangkat lunak VR yang dibundel, bertujuan untuk memanfaatkan pengalaman imersif yang ditawarkan oleh teknologi VR. Dengan meningkatnya popularitas dan investasi dalam video VR, Changba berharap dapat memanfaatkan potensi pasar ini.

Kamera VR pertama yang dikembangkan oleh tim Changba, yang disebut “Terbang”, membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk dibuat dan mendukung berbagai fungsi seperti kamera VR180, video, siaran langsung, dan video datar 3D. Kamera akan di-crowdfunded di pasar AS pada tanggal 20 setiap bulan. Selain itu, perangkat lunak VR Changba sudah tersedia di toko Meta Quest, toko aplikasi VR terbesar di luar negeri.

Kamera Kaifei hadir dengan fitur unggahan satu klik dan siaran langsung, yang memungkinkan pengguna berbagi konten VR dengan mudah di Kaifei Cloud dan Aplikasi Kaifei atau berintegrasi dengan platform pihak ketiga untuk pendidikan jarak jauh, konferensi video, dan lainnya.

Namun, transisi Changba ke video VR menimbulkan banyak tantangan. Nomor satu adalah persaingan di mana produsen mapan seperti Google, Facebook, dan Insta360 memiliki produk dan platform kamera VR sendiri. Mengatasi permintaan pengguna untuk konten dan pengalaman video VR berkualitas tinggi adalah rintangan lain, mengingat resolusi terbatas Kaifei saat ini 1080p, yang mungkin tidak memenuhi ekspektasi perangkat VR dengan layar 4K.

Selanjutnya, Changba harus mencari cara untuk mengintegrasikan dan meningkatkan sumber daya komunitas musik aslinya untuk mempromosikan dan memperkaya konten video VR. Ada juga rencana untuk memperkenalkan kamera Kaifei ke pasar China di masa mendatang. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar