
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) Sukoharjo menggelar konsolidasi menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). JPNU Sukoharjo konsolidasi untuk pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Konsolidasi yang digelar di Gedung PGRI tersebut diikuti ribuan peserta dari semua unsur NU. Baik Pengurus Cabang NU (PCNU) maupun Badan Otonom NU seperti Muslimat, Fatayat, serta Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) mulai ranting hingga cabang.
Ketua Penyelenggara yang juga Ketua Muslimat NU Sukoharjo Istiqomah Hasyim menyampaikan, kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai ajang koordinasi dan konsolidasi untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, bagi anggota JPNU Sukoharjo tidak bisa ditawar lagi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Terlebih lagi, sebelumnya Ma’ruf Amin merupakan Rais Aam PBNU.
“Harus semangat untuk mendukung dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Jangan sampai ragu untuk memberikan dukungan,” tegasnya.
Dikatakan Istiqomah, jika masih ingin selalu bersholawat dan tahlil qubro jangan sampai meninggalkan Ma’ruf Amin. “Jangan sampai hanya karena uang Rp50 ribu atau Rp100 ribu membuat kita goyah. Harus bisa meraih kemenangan minimal 87% di Sukoharjo,” tandasnya.
Sedangkan Koordinator JPNU Jateng Khizanaturrohmah dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah prestasi yang telah dicapai oleh Jokowi selama ini. Menurutnya, pemilih perempuan yang merupakan harus mendapatkan pengertian dan penjelasan yang komprehensif agar tidak salah pilih. Terlebih lagi, pemilih perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan pemilih laki-laki.
Dikatakan Khizanaturrohmah, Jokowi merupakan sosok yang sederhana dan rajin puasa Senin-Kamis. Terlebih lagi, Jokowi merupakan warga Kota Solo sehingga memiliki kedekatan emosional dengan warga Sukoharjo. “Konsep NU dalam memilih pemimpin harus dilihat prestasinya dan siaa yang tidak tahu prestasi Jokowi selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu prestasi Jokowi adalah pembangunan jalan tol sehingga memperlancar transportasi masyarakat. Jika selama ini dari Semarang ke Solo dibutuhkan waktu 3 sampai 4 jam, saat ini dengan adanya jalan tol cukup ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Belum lagi waktu yang dipangkas untuk perjalanan dari Jakarta ke Solo dan kota-kota lainnya.
Selain itu, ujar Khizanaturrohmah, Jokowi juga memikirkan kesehatan rakyatnya program Kartu Indonedia Sehat (KIS) memikirkan pendidikan rakyatnya dengan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Juga membuat Kartu Keluarga Sekahtera (KKS) dimana salah satu programnya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dimana pesertanya merupakan warga kurang mampu dan rutin mendapatkan bantuan.
“Tidak hanya itu, Jokowi juga membangun bandara di daerah-daerah terpencil. Contohnya di Kaimana, Papua dan dan juga di Kabupaten Seram Timur, Ambon. Semua itu dilakukan untuk mempermudah akses daerah terpencil,” paparnya.
Khizanaturrohmah juga menyinggung di era Presiden Jokowi menjadikan BBM satu harga di Indonesia. Termasuk di era Jokowi pula ditetapkan pada 22 Oktober sebagai Hari Santri. Belum lagi adanya bantuan untuk pembangunan Pondok Pesentren dari APBN, dan prestasi-prestasi lainnya. (erlano putra)















Facebook Comments