Sukoharjonews.com – Amar ma’ruf nahi munkar yang biasa diartikan dengan memerintahkan untuk berbuat baik dan mencegah terjadinya perbuatan munkar, adalah salah satu perintah syara’ yang hukumnya fardhu kifayah. Mimpi melakukan perbuatan ini dipercaya sebagian masyarakat sebagai mimpi yang mendatangkan hal baik dan pertanda kesalihan seseorang. Lantas, bagaimanakah arti mimpi berdakwah amar ma’ruf nahi munkar menurut ulama?
Dilansir dari Bincang Syariah, Kamis (4/6/2026), dalam literatur kitab klasik, kita telah mengetahui bahwa Allah dan Rasulnya telah memerintahkan untuk melakukan Amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT berikut,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (ال عمران:110)
Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Sebagaimana juga sabda Rasulullah SAW dalam kitab Al-Jam’u Baina Shahihain al Bukhari Wa Muslim, juz 2 halaman 353 berikut,
رسول الله {صلى الله عليه وسلم} يقول من رأى منكم منكراً فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان
Artinya : Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa di antara kamu sekalian yang melihat kemungkaran hendaknya merubah kemungkaran tersebut dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, yang demikian adalah selemah-lemahnya iman.”
Menurut Abdul Ghani Al-Nabulsi, mimpi melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seperti mimpi memerintahkan seseorang untuk sholat, mengucapkan syahadat atau menasihati mereka, adalah bukti keimanan dan memenuhi hak-hak Allah SWT. Jika pemimpi layak diberi wewenang, maka pertanda dia akan mengambil alih kekuasaan, atau layak memutuskan hukum, maka pertanda akan memutuskan hukum. Tetapi, apabila bermimpi memerintah kemungkaran atau melarang perbuatan baik, maka itu adalah tanda kemunafikan.
Sebagaimana dalam kitab Mukjam Tafsirul Ahlam, halaman 98 berikut,
قال عبد الغني النابلسي :الأمر بالمعروف في المنام كمن يأمر الناس بالصلاة أو بالشهادتين أو يعظهم، فإن ذلك دليل على الإيمان بالله تعالى والقيام بحقه، وإن كان أهلاً للولاية تولى أو للحكم تحكم، …… وربما دل حدوث ذلك على أمر يوجب الصبر، وأما الأمر بالمنكر والنهي عن المعروف في المنام فإنه دليل على النفاق .
Artinya : “Abdul Ghani Al-Nabulsi berkata: Memerintahkan apa yang benar dalam mimpi, seperti mimpi memerintahkan seseorang untuk sholat, mengucapkan syahadat atau menasihati mereka, adalah bukti keimanan kepada Allah SWT dan memenuhi hak-hak-Nya. Jika pemimpi layak diberi wewenang, maka pertanda dia akan mengambil alih kekuasaan, atau layak memutuskan hukum, maka pertanda akan memutuskan hukum. Barangkali kejadian ini menandakan untuk bersabar. Tetapi, apabila bermimpi memerintah kemungkaran atau melarang perbuatan baik, maka itu adalah tanda kemunafikan.”
Berdasarkan keterangan diatas, menurut Abdul Ghani Al-Nabulsi, arti mimpi berdakwah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seperti mimpi memerintahkan seseorang untuk sholat, mengucapkan syahadat atau menasihati mereka, adalah bukti keimanan dan memenuhi hak-hak Allah SWT.
Jika pemimpi layak diberi wewenang, maka pertanda dia akan mengambil alih kekuasaan, atau layak memutuskan hukum, maka pertanda akan memutuskan hukum. Tetapi, apabila bermimpi memerintah kemungkaran atau melarang perbuatan baik, maka itu adalah tanda kemunafikan.
Demikianlah penjelasan mengenai arti mimpi berdakwah melakukan amar ma’ruf nahi munkar menurut ulama. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (nano)
Tinggalkan Komentar