Jelang Penerjunan ke Sekolah Mitra, FKIP Univet Bantara Sukoharjo Bekali 317 Mahasiswa Melalui Program Asistensi Mengajar 2025/2026

banner 468x60
Pembekalan mahasiswa FKIP Univet Bantara Sukoharjo sebelum diterjunkan ke sekolah mitra.

Sukoharjonews.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) melalui Balai Praktik Keguruan (BPK) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Program Asistensi Mengajar (PAM) bagi mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung di Auditorium Univet Bantara Sukoharjo pada Senin (29/9/2025), dengan dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta ratusan mahasiswa peserta PAM.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025), kegiatan pembekalan ini menjadi langkah penting untuk membekali mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke sekolah mitra, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan praktik mengajar.

Dekan FKIP, Singgih Subiyantoro dalam sambutannya sekaligus membuka acara menekankan pentingnya penguasaan empat kompetensi utama bagi calon guru, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan pembelajaran mendalam (deep learning), agar mampu menjadi pendidik profesional di era digital.

“Program PAM FKIP Univet Bantara akan berlangsung selama dua bulan, mulai 1 Oktober hingga 28 November 2025,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 317 mahasiswa akan diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra, meliputi 16 Sekolah Dasar (SD) di Sukoharjo, 1 SMP di Karanganyar, serta SMA dan SMK di Sukoharjo dan Karanganyar. Selain itu, terdapat 41 mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mengikuti kegiatan melalui sistem Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dengan tugas-tugas terintegrasi dalam Learning Management System (LMS).

Untuk memperkaya wawasan mahasiswa, kegiatan pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yakni, Tri Haryatmo dari Pengembangan Teknologi Pembelajaran BBGP Jateng yang menyampaikan materi “Menjadi Guru Adaptif dan Inovatif Abad 21 Berbasis AI”. Kemudian Akhmad Setiyawan dengan praktik pemanfaatan LMS SPADA Univet, dan Meidawati Suswandari dengan materi “Pedoman dan Luaran PAM”.

Dalam acara tersebut, Tri Haryatmo menekankan pentingnya guru abad 21 untuk adaptif dan inovatif, mampu memanfaatkan AI, deep learning, serta mengembangkan keterampilan 6C (critical thinking, creativity, collaboration, communication, citizenship, dan character).
Sedangkan Akhmad Setiyawan memandu praktik pemanfaatan LMS, mulai dari unggah dokumen, laporan observasi, hingga perangkat pembelajaran dan Meidawati menegaskan luaran PAM tidak hanya berupa laporan, tetapi juga publikasi ilmiah, HAKI, artikel jurnal, hingga buku ajar.

Sekolah mitra PAM meliputi berbagai SD di Sukoharjo, di antaranya SD Negeri Jaten, Bekonang, Demakan, Joho, hingga SD Mutiara Insan, serta sekolah menengah seperti SMA N 1 Sukoharjo, SMA N 3 Sukoharjo, SMK N 1 Sukoharjo, SMK PGRI Sukoharjo, SMK Binapatria 1, SMP N 1 Jaten Karanganyar, hingga SMK Muhammadiyah Sukoharjo.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkesempatan melatih keterampilan mengajar, tetapi juga memperkuat jejaring akademik Univet Bantara dengan sekolah mitra sekaligus menjadi sarana publikasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Dengan demikian, kegiatan PAM FKIP Univet Bantara diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa, sekolah mitra, maupun pengembangan institusi pendidikan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *