Jangan Takut, Begini Cara merawat Bayi Prematur

Merawat bayi prematur. (Foto: mama’s choice)

Sukoharjonews.com – Kelahiran prematur merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Sepanjang tahun 2015 di seluruh dunia, terdapat 15 juta bayi lahir prematur dan lebih dari satu juta meninggal akibat komplikasi dini. Bahkan, ada lebih dari 60% angka kelahiran bayi prematur terjadi di Asia Selatan dan Afrika.

Jumlah bayi prematur yang lahir di Indonesia juga tergolong tinggi yaitu sekitar 675.700 per tahun, dan dalam tatanan dunia Indonesia merupakan negara tertinggi kelima menurut WHO pada tahun 2008.

Penyebab kelahiran prematur sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ibu hamil mengalami kelahiran prematur.

Mulai dari masalah kesehatan pada ibu hamil, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, ibu hamil yang kelebihan berat badan, pernah mengalami keguguran, hingga masalah yang terjadi pada leher rahim dan plasenta.

Berikut istilah yang menggambarkan bayi prematur, antara lain:

● Prematur akhir: Bayi yang lahir antara usia kehamilan 34-36 minggu
● Prematur sedang: Bayi yang lahir antara usia kehamilan 32-34 minggu
● Sangat prematur: Bayi lahir kurang dari 32 minggu atau bahkan sebelum minggu ke-25 kehamilan.

Dikutip dari Yoona, pada Rabu (20/9/2023), berikut cara merawat bayi prematur:

1. Berikan ASI
Pemberian ASI yang eksklusif memang menjadi cara cepat supaya bayi sehat dan gemuk. Hal ini karena ASI mengandung antibodi untuk melawan infeksi, serta dapat meningkatkan berat badan pada bayi prematur. Selain itu, panjang badan dan lingkar kepala juga bertambah pesat.

Jika kamu kesulitan menyusui melalui payudara, kamu juga bisa melakukan cara menyusui bayi prematur dengan menggunakan botol atau cup feeder khusus. Pastikan bayi menyusu 8-10 kali sehari. Usahakan untuk menjaga jarak waktu tidak lebih dari empat jam untuk menghindari dehidrasi pada bayi prematur.

2. Lakukan pemeriksaan mata
Ada beberapa kondisi yang mengakibatkan gangguan penglihatan pada bayi prematur. Salah satunya yakni strabismus dan mata juling. Umumnya, masalah ini akan hilang seiring berjalannya waktu seiring bayi berkembang lebih baik.

Kemudian, ada juga gangguan lain seperti retinopathy of prematurity (ROP). Agar pengobatannya tepat, lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah kebutaan.

3. Imunisasi
Sebagai salah satu perawatan bayi prematur, orang tua juga harus menjadwalkan imunisasi agar si kecil terhindar dari berbagai infeksi atau gangguan kesehatan yang mengintai.

Imunisasi untuk bayi prematur dapat diberikan bersamaan dengan bayi baru lahir cukup bulan. Misalnya, berikan vaksin flu pada usia 6 bulan. Konsultasikan tentang waktu yang tepat untuk memberikan vaksin dengan dokter kamu.

4. Amati pertumbuhannya
Karakteristik utama bayi prematur adalah tubuh yang lebih kecil. Biasanya ciri bayi prematur yang sehat dapat mengejar pertumbuhannya. Hal ini bergantung pada kondisi bayi yang mengalami kemajuan atau tidak. Seperti penglihatan, pendengaran, dan gerakannya.

Kamu dapat mencatat pertumbuhan dan perkembangannya, kemudian berkonsultasi dengan dokter agar kondisinya terpantau dengan baik melalui grafik khusus bayi prematur.

5. Jaga agar bayi tetap hangat
Bayi prematur tidak memiliki lemak pelindung, sehingga suhu tubuhnya cenderung lebih rendah meskipun berada pada suhu ruangan normal.

Umumnya, bayi yang lahir prematur harus ditempatkan di inkubator agar tetap hangat. Namun, kamu juga bisa tetap menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat di rumah. Orang tua perlu mengingat juga, bahwa tumbuh kembang antara anak tidak sama. Hal ini juga terkait dengan stimulasi dan peran orang tua serta keluarga dalam merawat bayi prematur.(cita septa)

Tinggalkan Komentar