Jangan Lakukan Hal Ini, Karena Akan Merusak Amalan Anda!

Hal yang dapat merusak amalan manusia.(Foto: ikhbar)

Sukoharjonews.com – Kita berupaya dengan sebaik-baiknya untuk mengerjakan shalat, puasa, zakat, haji, dan amal-amal lainnya. Kita ingin menjadi insan yang selamat di dunia dan selamat di akhirat. Di sisi lain, penting dan perlu bagi kita untuk berhati-hati meniti karir sebagai hamba Allah. Bisa jadi di tengah upaya kita mempersembahkan apa yang bisa kita lakukan, ternyata ada hal-hal yang bisa merusak amal tanpa disadari.

Dikutip dari Bincang Muslimah, pada Sabtu (25/1/2025), hal-hal yang bisa merusak amal baik yang sudah dilakukan seseorang salah satunya disebutkan oleh Syekh Jalaluddin al-Suyuthi di dalam al-Jami’ al-Shaghir wa Ziyadatuhu juz halaman 6991 No. 6991 dengan mengutip riwayat dari al-Dailay dari ‘Adi bin Hatim:

ستة أشياء تحبط الأعمال ‌الاشتغال ‌بعيوب ‌الخلق وقسوة القلب وحب الدنيا وقلة الحياء وطول الأمل وظلم لا ينتهى

“Enam perkara yang bisa menggugurkan amal seseorang adalah sibuk (membicarakan) tentang aib orang lain, kerasnya hati, cinta dunia, kurangnya rasa malu, panjang angan dan dzalim yang tiada henti.”

Keenam perkara ini kemudian dijelaskan oleh Ibn Sholah di dalam al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shoghir juz 6 halaman 381 No. 4624. Hadis ini menjelaskan tentang 6 hal yang membatalkan amal-amal sholeh atau menggugurkan amal sholeh yang sudah dilakukan oleh seorang muslim.

Pertama, al-isytighol bi ‘uyub al-khalq (sibuk menceritakan aib orang lain). Maksudnya seorang muslim yang sibuk menceritakan atau mencela orang lain hingga ia melupakan aib yang ada pada dirinya sendiri dan terus melakukan keburukan.

Kedua, qasqah al-qulub (kerasnya hati). Keras hati yang dimaksud mengarah kepada tercegahnya seseorang atau keengganannya untuk menerima kebenaran.

Ketiga, hubb al-dunya (cinta dunia)
Maksud cinta dunia di sini yakni kategori kepada pokok dari semua kesalahan. Karena dengan cinta dunia terkadang seseorang bisa melakukan segala cara untuk mendapatkan dunianya.

Keempat, qillah al-haya’ (sedikit malu). Yakni seseorang muslim ketika sedikit memiliki rasa malu baik dalam hal kebenaran ataupun kepada Tuhannya. Maksudnya ia sudah kehilangan rasa malunya sehingga tidak merasa bersalah jika melakukan kesalahan dan maksiat.

Kelima, thul al-‘amal (panjang angan). Seseoarang yang panjang angannya adalah seseorang yang merasa umurnya masih panjang atau hidupnya masih lama. Sehingga ia tidak takut untuk melakukan keburukan ataupun dosa.

Keenam, zhalim la yuntaha (kezaliman yang tiada akhir). Yakni seorang muslim yang seringkali melakukan kezaliman dan sulit untuk meninggalkannya. Sehingga amal sholehnya tidak lagi bernilai di sisi Allah swt.

Inilah keenam hal yang dapat mengugurkan pahala dari amal soleh seorang muslim. Akan tetapi hadis ini memang sebagai hadis maudlu’ sebagaimana penjelasan al-Suyuthi di dalam Jami’ al-ahadits juz 13 halaman 269. Menyatakan bahwa hadis ini adalah hadis maudlu’ sebagaimana keterangan al-Ghamari di dalam al-Mughir.(cita septa)

Tinggalkan Komentar