Tak Berkategori  

Jaga Stabilitas Pangan, Rajawali Nusindo Genjot Distribusi Beras SPHP dan Minyakita

banner 468x60
Rajawali Nusindo percepat distribusi beras SPHP dan Minyakita demi menjaga stok dan harga pangan di seluruh Indonesia, dukung swasembada pangan nasional. (Foto: Dok Rajawali Nusindo)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT Rajawali Nusindo, anak perusahaan dari Holding Pangan ID FOOD, mempercepat distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga pangan.

Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Wahyu Sakti, menyampaikan bahwa sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025, perusahaan telah mendistribusikan sebanyak 5.024 ton beras SPHP. Rinciannya, pada Oktober 2024 sebanyak 781 ton, November 1.766 ton, Desember 1.904 ton, dan Januari 2025 sebanyak 573 ton.

Distribusi ini menyasar segmen general trade serta modern retail pada tahun 2024, sedangkan di tahun 2025 hanya difokuskan pada segmen modern retail di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi beras ini terbagi dalam tiga zona. Zona I meliputi wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Zona II mencakup Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), NTT, serta Kalimantan. Sedangkan Zona III terdiri dari Maluku dan Papua. Beras SPHP sendiri merupakan produk dari Perum Bulog yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, dengan distribusi yang dilakukan oleh Rajawali Nusindo melalui 41 cabangnya di seluruh Indonesia.

Target penyaluran beras SPHP pada Januari-Februari 2025 dipatok sebesar 300 ribu ton.

“Program ini bertujuan untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen,” terang Wahyu Sakti, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (25/1/2025).

Selain beras, PT Rajawali Nusindo juga telah menyalurkan Minyakita sebanyak 11.423.984 liter sejak Oktober 2024. Distribusi ini meliputi 1.701.994 liter pada Oktober, 4.195.614 liter pada November, 5.496.376 liter pada Desember, dan pada pertengahan Januari 2025 sebanyak 30.000 liter.

“Percepatan distribusi tersebut juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas beras dan minyak goreng di tingkat konsumen, sehingga berkontribusi pada pengendalian tingkat inflasi nasional,” tambahnya.

Arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pendistribusian Minyakita melalui BUMN sektor pangan menjadi dasar bagi langkah strategis ini. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi permasalahan harga yang masih melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Kementerian BUMN yang mendorong dukungan penuh BUMN Pangan dalam mencapai swasembada pangan nasional. Dengan distribusi yang merata, Wahyu berharap masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga yang stabil dan pasokan yang cukup.

Di samping itu, pada tahun 2024 Rajawali Nusindo telah menyalurkan 3,36 juta paket bantuan stunting di empat provinsi, yakni Banten sebanyak 555.924 paket, Jawa Timur 2.245.182 paket, Sulawesi Barat 123.798 paket, dan Nusa Tenggara Timur 438.408 paket.

Distribusi bantuan dilakukan melalui cabang-cabang di berbagai wilayah seperti Serang, Tangerang, Madiun, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Kupang, dan Makassar. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *