Tak Berkategori  

Ini Penjelasannya Kenapa Kita Diperintah Berlindung kepada Allah SWT dari Gangguan Setan yang Terkutuk

banner 468x60
Ilustrasi. (Freepik)

Sukoharjonews.com – Bila Allah SWT memerintahkan kita untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan gangguan syaitan dalam dua perkara ini, lalu bagaimana dalam perkara lainnya?

Dikutip dari Humayro, Minggu (27/7/2025), Allah SWT memerintahkan untuk berlindung dari gangguan syaitan yang terkutuk ketika hendak membaca al-Qur-an. Dia berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْمَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Qur-an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

Juga ketika mengobati yang terkena sihir:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai shubub (fajar),” (QS. Al-Falaq (113): 1)-hingga akhir surah.

Bila Allah memerintahkan kita untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan gangguan syaitan dalam dua perkara ini, lalu bagaimana dalam perkara lainnya?

Dari Abut Tayyah, dia menuturkan: “Aku pernah bertanya kepada Abdurrahman bin Khanbasy: ‘Pernahkah engkau bertemu dengan Nabi? Kemudian dia menjawab: ‘Ya.’ Aku bertanya: ‘Apa yang dilakukan oleh Rasulullah pada malam ketika beliau diserang oleh syaitan?’ Dia menjawab: ‘Pada malam itu, syaitan-syaitan datang dari lembah dan turun dari bukit untuk menyerang Rasulullah. Di antara mereka terdapat syaitan yang membawa nyala api untuk membakar wajah beliau. Lalu Jibril sa turun dan berkata: ‘Wahai Muhammad, ucapkanlah!’ Beliau lantas bertanya: ‘Apa yang harus aku ucapkan?’ Maka Jibril menerangkan: ‘Ucapkanlah olehmu:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِنْ شَرِ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ.

‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala yang Dia ciptakan, adakan, dan wujudkan; dari kejahatan segala yang turun dari langit, dari kejahatan segala yang naik ke langit, pun dari kejahatan fitnah-fitnah pada malam dan siang hari, dan dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam), kecuali yang datang membawa kebaikan, ya Allah, Yang Maha Penyayang.”

Abdurrahman mengatakan: ‘Maka api mereka padam, dan Allah pun membinasakan mereka.’”

Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah bersabda:

banner
(( إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَكَ؟ فَيَقُولُ: اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَيَقُولُ: فَمَنْ خَلَقَ الله؟ فَإِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ، فَلْيَقُلْ : آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرَسُوْلِهِ، فَإِنَّ ذَلِكَ يُذْهِبُ عَنْهُ

“Sesungguhnya syaitan akan mendatangi salah seorang kalian, lantas ia bertanya: ‘Siapakah yang menciptakanmu?’ Ia menjawab: ‘Allah.’ Kemudian syaitan akan bertanya lagi: ‘Siapa yang menciptakan Allah?” Bila salah seorang kalian mendapati hal demikian, maka ucapkanlah: Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Sesungguhnya perkataan itu dapat menghilangkannya.”

Dari Ibnu Abbas, dia menuturkan: “Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah untuk al-Hasan dan al-Husain dengan mengucapkan:

أُعِيذُ كُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

‘Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap syaitan dan dari binatang yang berbisa, serta dari setiap mata jahat (hasad).’

Setelah itu, beliau bersabda:

(( هَكَذَا كَانَ أَبِي إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ

‘Dengan kalimat itulah dulu bapakku, Nabi Ibrahim, memohonkan perlindungan untuk Isma’il dan Ishaq.” Hadits di atas diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim di dalam ash-Shahihain.

Abu Bakar al-Anbari menerangkan: “Kata الهامة merupakan bentuk tunggal dari القوام maknanya, setiap makhluk yang bisa menimpakan keburukan. Sedangkan kata اللأمة ia artinya adalah الثلثة yang jahat(. Di dalam hadits ini, Rasulullah memakai kata لامة agar konstruksinya sesuai dengan kata هامة karena itu lebih ringan diucapkan.”

Mutharrif berkata: “Setelah aku perhatikan, ternyata anak Adam berada di antara Allah dan Iblis. Maka siapa saja yang Allah kehendaki untuk menjaga-Nya, tentu Allah akan menjaganya. Namun jikalau Allah meninggalkannya, maka Iblis akan membawanya.”

Kita berlindung kepada Allah dari setan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *