Ingin Menikah dengan Adat Tionghoa? Gunakan Bunga Ini!

Jenis bunga yang dipakai di pernikahan adat tionghoa. (Foto: diadona)

Sukoharjonews.com – Bunga pernikahan Tionghoa sebagian besar digunakan sebagai hiasan di meja pernikahan Tionghoa dan karangan bunga besar berwarna-warni (biasanya merah muda dan merah) sering diberikan kepada calon pengantin sebagai hadiah . Karangan bunga yang rumit ini biasanya berjejer di aula menuju resepsi pernikahan. Beberapa pengantin memilih untuk membawa karangan bunga kecil meskipun biasanya hanya untuk foto pernikahan.

Dikutip dari Bridestory, pada Jumat (8/3/2024), inilah bunga yang digunakan saat pernikahan adat Tionghoa:

1. Lily
Bunga untuk pernikahan adat Tionghoa yang pertama adalah bunga bakung atau lily. Dalam bahasa Tionghoa, lily berarti Bai He (Hanzi: 百合, Pinyin: bǎi hé) yang menjadi bagian dari peribahasa Bai Nian Hao He (Hanzi: 百年好合, Pinyin: Bǎinián hǎo hé), yang artinya bahagia bersama hingga seratus tahun. Bunga lily juga melambangkan pembawa anak laki-laki dan menjadi simbol keberuntungan. Karakteristik bunga lily adalah ukuran kelopaknya yang cukup besar dan tersedia dalam berbagai macam warna, mulai dari merah, oranye, kuning, putih, ungu, sampai merah muda.

2. Teratai
Bunga teratai atau Hehua (Hanzi: 荷花, Pinyin: Héhuā) merupakan jenis bunga yang sudah digemari oleh masyarakat keturunan Tionghoa sejak zaman dahulu. Karakteristik bunga teratai benar-benar begitu indah dengan kehadiran 15 kelopak berwarna merah dan benang sari berwarna kuning keemasan. Dalam pernikahan Buddhis Cina, kedudukan bunga teratai menjadi lambang bagi empat kebajikan; yaitu kelembutan, kemurnian, aroma, dan keindahan.

3. Peony
Bukan sekedar jenis bunga biasa, namun ternyata peony sudah dianggap oleh masyarakat Cina sebagai bunga nasional yang sangat penting di negara tersebut. Bunga peony atau Mu Dan (Hanzi: 牡丹 ; pinyin: mǔ dān) menjadi simbolisasi kemakmuran, kehormatan, dan kekayaan. Kelopak bunganya yang besar dengan dominasi warna mencolok membuat bunga peony begitu lekat dengan kekayaan budaya tradisional Tionghoa. Peony hadir ke dalam berbagai variasi warna, mulai dari pink, putih, merah, oranye, ungu, juga kuning.

4. Anggrek
Anggrek atau (Hanzi: 兰花, Pinyin: Lánhuā) adalah jenis bunga selanjutnya yang kerap ditemukan pada pernikahan Tionghoa. Bunga ini berbentuk simetri liberal yang terdiri atas tiga helai mahkota bunga dan dilindungi oleh tiga helai kelopak. Dalam budaya Tionghoa, bunga anggrek melambangkan rasa cinta kepada pasangan serta mewakili kekayaan dan keberuntungan. Itulah mengapa bunga anggrek sering dimasukkan ke dalam buket pengantin. Anggrek juga dibandingkan oleh filsuf China Konfusius sebagai representasi seorang pria yang berbudi luhur.

5. Daffodil
Pilihan bunga untuk pernikahan adat Tionghoa yang terakhir adalah daffodil. Dalam budaya Cina, bunga daffodil atau Shui Xian Hua (Hanzi: 水仙花 ; pinyin: shuǐ xiān huā) dikenal sebagai ‘dewi air’ yang dipercaya mampu mengusir roh jahat. Bunga ini tersusun atas enam kelopak dengan perpaduan dua warna yang ujungnya menyerupai terompet kecil. Warna kuning dan putih dari bunga daffodil melambangkan emas, perak, dan kekayaan dalam budaya Tiongkok. Bunga ini juga sangat dihormati berkat kemampuannya untuk melahirkan energi positif, sehingga dijadikan sebagai simbol resmi tahun baru China.(cita septa)

Tinggalkan Komentar