Info Ada Pasien Positif Corona Sedang Dirawat, RS Nirmalasuri Pastikan Hoax

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Informasi seputar virus Corona di Kabupaten Sukoharjo beredar simpang siur melalui media sosial khususnya grup Whatsapp (WA). Salah satu informasi yang beredar berantai di grup WA tersebut adalah informasi tentang satu orang warga Bulakan, Sukoharjo positif Corona dan dirawat di RS Nirmalasuri Sukoharjo. Terkait info yang beredar tersebut, manajemen RS Nirmalasuri memastikan informasi tersebut hoax.


Pesan yang beradar di grup WA tersebut berbunyi “Berita terbaru, 1 orang positif Corona dirawat di RS Nirmalasuri warga Bulakan Sukoharjo…riwayat korban mengikuti Bintek di wilayah Cikarang…Saat ini semua pejabat Sukoharjo koordinasi mendadak…Waspada virus Corona sudah dekat dengan kita diharapkan kurangi aktivitas diluar rumah dan perbanyak ibadah memohon pada Allah agar kita dijauhkan dari musibah ini”.

Terkait berita tersebut, manajemen rumah sakit mengeluarkan surat pernyataan. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Direktur RS Nirmalasuri, Sri Pratomo yang dikeluarkan hari Sabtu (14/3/2020) pukul 17.00 WIB. Surat tersebut juga beradar melalui media sosial dan juga grup WA. Surat tersebut menjawab seputar informasi simpang siur terkait dengan adanya pasien Covid-19 atau Corona.

Ada tiga poin isi surat tersebut, poin pertama menyatakan saat dilakukan skrining, didapatkan satu orang status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 dengan riwayat kontak dengan warga negara asing. Orang tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Dr Ir Soekarno untuk dilakukan pemeriksaan/perawatan lebih lanjut. Poin kedua, saat ini RS Nirmalasuri (hingga pernyataan dibuat), tidak sedang merawat pasien ODP ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Pihak RS Nirmalasuri sudah langsung melaporkan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Sukoharjo,” demikian bunyi poin ke-3.

Terkait virus Corona, Polres Sukoharjo sendiri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berita hoax dan tidak menyebarkannya. Bahkan, Polres menerjunkan tim siber untuk memantau berita-berita atau informasi hoax yang beredar di media sosial. “Tim siber ini bertugas memantau peredaran informasi hoax terkait Corona. Informasi yang tidak benar bisa membuat keresahan dan kepanikan masyarakat,” ujar Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas sebelumnya. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar