Sukoharjonews.com – Apple telah lama dikabarkan akan meluncurkan iPhone lipat lebar, tetapi Huawei baru saja mendahuluinya dengan ponsel lipat lebar bergaya buku pertama. Sesuai jadwal, perusahaan hari ini mengumumkan Pura X Max bersamaan dengan seri Pura 90 yang baru.
Dikutip dari Gizmochina, Minggu (26/4/2026), Pura X Max beralih dari desain lipat tinggi yang kini sudah familiar dan malah berfokus pada rasio aspek yang lebih lebar dan lebih mirip kertas. Baik layar dalam maupun luar mengikuti rasio aspek √2:1, yang menurut Huawei dimaksudkan untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih konsisten di seluruh layar.
Di bagian luar, Anda mendapatkan layar 5,4 inci yang mencapai kecerahan puncak hingga 3500 nits dan mendukung kecepatan refresh adaptif LTPO 1–120Hz. Buka penutupnya, dan Anda akan menemukan layar dalam berukuran 7,7 inci dengan kemampuan refresh adaptif yang serupa, meskipun kecerahannya sedikit lebih rendah, yaitu 3000 nits.
Dari segi desain, ponsel ini memiliki apa yang disebut estetika geometris, dengan bezel keramik di sekitar modul kamera yang dimaksudkan untuk memberikan tampilan yang lebih elegan. Tersedia dalam lima warna: Midnight Black, Zero White, Interstellar Blue, Olive Gold, dan Vibrant Orange.
Seperti kebanyakan peluncuran terbaru, AI merupakan bagian besar dari penawaran. Pura X Max menjalankan HarmonyOS 6.1 dan memperkenalkan Xiaoyi Smart Brain yang ditingkatkan bersama dengan apa yang disebut Huawei sebagai sistem AI pendamping. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi seperti Amap, Zhihu, Didi, Baidu Maps, dan DingTalk, bertujuan untuk membuat asisten lebih bermanfaat dalam tugas sehari-hari.
Terdapat juga daftar panjang fitur berbasis AI, termasuk Xiaoyi Help, Time Machine, pencatatan berbasis AI, dan alat pengeditan foto.
Dari sisi perangkat keras, Pura X Max menyertakan kamera utama 50MP, lensa telefoto periskop 50MP, sensor warna generasi kedua, dan kamera ultra-wide 12,5MP. Huawei memasarkan pengaturan ini sebagai bagian dari sistem XMAGE-nya, dengan dukungan untuk peningkatan potret dan foto dinamis 3D.
Di balik layar, perangkat ini ditenagai oleh chip Kirin 9030 Pro dan menjalankan HarmonyOS. Huawei juga mengatakan ponsel ini mendukung ray tracing real-time.
Mekanisme lipatnya sendiri juga telah diperbarui. Huawei menggunakan engsel tetesan air basal baru yang dilaporkan meningkatkan ruang layar sebesar 16% dan meningkatkan ketahanan terhadap benturan sebesar 33%. Layar bagian dalam dilindungi oleh struktur multi-lapisan yang mencakup kaca UTG dan lapisan pendukung tambahan.
Tersedia juga beberapa aksesori dan tambahan. Huawei memperkenalkan stylus M-Pen 3 Mini, yang mendukung gestur udara, dilengkapi mikrofon, dan dapat mengaktifkan asisten Xiaoyi.
Harga dan Ketersediaan
Jajaran produk dibagi menjadi dua tingkatan. Edisi standar mencakup model 12GB + 256GB seharga 10.999 yuan atau Rp27,6 jutaan dan varian 12GB + 512GB seharga 11.999 yuan atau Rp30,1 jutaan. Edisi kolektor menawarkan fitur yang lebih lengkap dengan 16GB + 512GB seharga 12.999 yuan atau Rp32,6 jutaan dan opsi 16GB + 1TB seharga 13.999 yuan atau Rp35,1 jutaan. (nano)
Tinggalkan Komentar