Huawei Mate XT 2 (Ponsel Lipat Tiga) Meluncur dengan Chip Kirin 9050 Pro Baru dan Layar Privasi Lingdun

Huawei Mate XT 2. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Setelah berbulan-bulan muncul bocoran mengenai engsel yang lebih kuat dan baterai yang lebih besar, Huawei akhirnya memperkenalkan Mate XT 2 Extraordinary Master dalam acara peluncuran HarmonyOS 7. Informasi harga telah bocor jauh sebelum masa pemesanan awal (pre-order) dimulai, dan kini Huawei telah mengonfirmasi spesifikasi lengkap, fitur, serta tanggal ketersediaannya.

Dilansir dari Gizmochina, Jumat (11/9/2026), ponsel ini memiliki ketebalan hanya 12,3 mm saat dilipat dan 3,5 mm saat dibuka sepenuhnya. Perangkat ini dilengkapi layar bagian dalam berukuran 10,2 inci dengan resolusi 3K dan rasio aspek 12,8:9. Layar bagian luarnya berukuran 6,5 inci dengan resolusi 2442 x 1140 dan tingkat kecerahan puncak mencapai 6.500 nit.

Huawei juga telah merancang ulang struktur engsel dan layarnya. Mate XT 2 memiliki sertifikasi IP58 dan IP59 untuk ketahanan terhadap debu dan air, menjadikannya ponsel lipat tiga pertama dengan tingkat perlindungan tersebut.

Sementara itu, layar bagian luar menggunakan kaca basalt yang diklaim Huawei menawarkan ketahanan jatuh 30 kali lebih baik dan ketahanan gores 16 kali lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Layar bagian dalam menggunakan struktur komposit berlapis yang meningkatkan ketahanan terhadap benturan sebesar 200%.

Ponsel ini hadir dalam pilihan warna Hitam, Putih, dan Ungu. Ketiga versi tersebut menampilkan modul kamera bergaya “star-diamond”, pola brokat tenunan emas pada bodi, serta lencana “Extraordinary” di dekat engsel.

Mate XT 2 ditenagai oleh chip Kirin 9050 Pro, yang telah dipromosikan Huawei bahkan sebelum acara peluncuran.

Huawei mengklaim bahwa chip baru ini memberikan peningkatan performa sebesar 42% dibandingkan model Mate XT sebelumnya. Dalam angka, peningkatan kinerjanya mencapai 24% untuk “single-core” dan 52% untuk “multi-core”. Untuk sektor grafis, GPU Ma Liang mendukung “real-time ray tracing” pada 50 juta garis dan meningkatkan kinerja “rendering” sebesar 142%. NPU Da Vinci menjalankan model “mixture-of-experts” berbasis “edge” dengan total 30 miliar parameter, termasuk 2 miliar parameter aktif.

Modem (baseband) Balong juga menambahkan fitur “paging” dan pesan satelit. Huawei menyatakan bahwa fitur ini mengurangi gangguan (stutter) saat panggilan video di kereta berkecepatan tinggi sebesar 25% dibandingkan model sebelumnya.

Salah satu fitur utama Mate XT 2 adalah layar privasi Lingdun. Huawei menyebutnya sebagai sistem privasi tingkat perangkat keras pertama yang terintegrasi langsung ke dalam layar lipat.

Sistem ini menggunakan konfigurasi “dual-pixel” independen, sehingga ketukan ganda pada layar luar atau penekanan tombol kontrol pintar dapat seketika mempersempit sudut pandang. Hal ini menjaga layar tetap terlihat jelas bagi Anda, namun menyulitkan orang di sisi samping untuk melihat apa yang sedang Anda lakukan.

Anda juga dapat menegakkan panel luar untuk menghalangi pandangan dari samping secara fisik. Ponsel ini juga dilengkapi fitur analisis EKG dan telah mendapatkan sertifikasi perangkat medis Kelas II dari regulator Tiongkok.

Untuk kamera, Mate XT 2 memiliki kamera utama dengan “dynamic range” ultra-tinggi 18EV, sensor RYYB 50MP, dan bukaan (aperture) variabel mulai dari F1.49 hingga F4.0. Kamera ini didampingi oleh kamera telefoto periskop RYYB 50MP dengan *optical zoom* 3,5x dan kamera “ultra-wide” RYYB 40MP.

Kamera warna Red Maple generasi ketiga dari Huawei juga turut disertakan. Perusahaan mengklaim bahwa kamera ini meningkatkan akurasi warna sebesar 95% dibandingkan model sebelumnya.

Mate XT 2 adalah ponsel Huawei pertama yang menjalankan HarmonyOS 7. Perangkat lunak ini mencakup tata letak layar terbagi (split-screen) yang dirancang khusus untuk layar lipat tiga (*tri-fold*). Fitur ini memungkinkan Anda menjalankan tiga aplikasi secara berdampingan atau menggunakan ruang kerja ala PC.

Harga dan Ketersediaan
Huawei Mate XT 2 Extraordinary Master dibanderol mulai dari 19.999 yuan atau Rp52,5 jutaan untuk model 16GB+256GB. Versi 16GB+512GB dijual seharga 21.999 yuan atau Rp57,7 jutaan, sedangkan model 16GB+1TB dihargai 23.999 yuan atau Rp63 jutaan.

Versi 1TB dengan layar privasi Lingdun dijual seharga 24.999 yuan atau Rp65,6 jutaan. Untuk model tertinggi, varian 16GB+2TB yang dilengkapi paket stylus dibanderol 29.999 yuan atau Rp.

Huawei juga memberikan bonus gratis berupa casing dengan penyangga (stand) yang bisa diputar senilai 499 yuan atau Rp1,3 jutaan kepada pembeli. M-Pen 3 Mini tersedia secara terpisah dengan harga 1.199 yuan atau Rp3,1 jutaan.

Huawei Mate XT 2 Extraordinary Master akan mulai dijual di China pada tanggal 13 September. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar