Sukoharjonews.com – Huawei telah mengumumkan All-in-One Charging Power Bank di China. Perangkat ini dibanderol dengan harga 399 yuan atau Rp1 jutaan dan dilengkapi baterai 12.000mAh, kabel USB-C bawaan, serta fitur pelacakan lokasi offline, menjadikannya power bank pertama perusahaan yang memenuhi standar keselamatan 3C China yang telah diperbarui.
Spesifikasi Huawei All-in-One Power Bank
Dilansir dari Gizmochina, Senin 910/8/2026), perangkat ini mendukung pengisian daya cepat 100W dua arah menggunakan standar SuperCharge Huawei. Menurut perusahaan, daya keluaran ini mampu mengisi daya ponsel yang kompatibel, seperti Mate 80 Pro, hingga 85% dalam waktu sekitar 30 menit. Karena spesifikasi 100W ini bersifat dua arah, Anda juga dapat mengisi ulang daya power bank itu sendiri dengan kecepatan yang sama, asalkan Anda memiliki adaptor dinding yang kompatibel.
Untuk konektivitas, power bank ini dilengkapi kabel USB-C berbahan silikon cair yang menempel secara magnetis pada sisi perangkat saat tidak digunakan. Terdapat pula port USB-C standar sebagai port tambahan. Anda dapat mengisi daya dua perangkat secara bersamaan; saat melakukannya, kabel bawaan menghasilkan daya hingga 66W, sedangkan port tambahan menghasilkan daya hingga 40W.
Perangkat ini juga mendukung pengisian daya pass-through, yang berarti Anda dapat mencolokkan baterai ke stopkontak dinding sekaligus mengisi daya ponsel yang terhubung. Huawei menyatakan bahwa kabel bawaannya dirancang agar tahan terhadap 10.000 siklus tekukan dan tarikan.
Power bank ini juga berfungsi sebagai pelacak Bluetooth dalam ekosistem Huawei. Jika Anda lupa menaruh baterai tersebut, Anda dapat menggunakan ponsel Huawei yang kompatibel untuk membuatnya berbunyi. Jika perangkat berada di luar jangkauan, ponsel dapat menampilkan lokasi terakhir baterai pada peta, lengkap dengan informasi posisi berdasarkan tingkat lantainya.
Bagi pengguna ponsel yang menjalankan HarmonyOS 6.1 atau versi lebih baru, sistem operasi akan menampilkan persentase sisa daya baterai power bank, memberikan peringatan suhu, serta mengirimkan notifikasi jika Anda meninggalkan perangkat tersebut. Anda juga dapat memeriksa kesehatan baterai dan menginstal pembaruan firmware melalui aplikasi Huawei AI Life.
Untuk memenuhi peraturan keselamatan 3C yang baru, Huawei menggunakan sel baterai Whale yang dilengkapi dengan isolasi keramik. Perangkat ini mengandalkan lima sensor suhu yang tersebar di bagian baterai, papan sirkuit, dan port untuk memantau panas, serta menggunakan material grafit untuk membantu menjaga suhu perangkat keras tetap rendah selama proses pengisian daya 100W. (nano)
Tinggalkan Komentar