Sukoharjonews.com – Ponsel pintar telah berkembang pesat selama bertahun-tahun, namun cara kita berinteraksi dengannya sebagian besar masih tidak berubah. Bagi sebagian besar pengguna, keypad dan layar sentuh masih menjadi antarmuka utama, terutama karena kenyamanannya.
Dikutip dari Gizmochina, Jumat (16/8/2024), namun, antarmuka yang tampaknya intuitif ini dapat menjadi tantangan besar bagi penyandang disabilitas, seperti penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).
ALS adalah suatu kondisi neurodegeneratif yang menyebabkan kelemahan otot progresif, seringkali membuat mobilitas seseorang menjadi terbatas. Akibatnya, menekan tombol atau bahkan menggesek layar bisa menjadi tugas yang menantang bagi mereka.
Untuk membuat ponsel cerdas lebih mudah diakses oleh para pengguna, Honor memperkenalkan sistem pelacakan mata berbasis niat dengan MagicOS 8.0 sebagai bagian dari komitmennya terhadap inovasi yang berpusat pada manusia. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengontrol ponselnya hanya melalui gerakan mata.
“Pasien ALS sering kali hanya mengontrol pergerakan matanya pada tahap akhir penyakitnya”, kata Limore Noach, direktur eksekutif ALS Foundation Belanda. Berkat Honor, para pengguna ini kini memiliki cara baru untuk berinteraksi dengan ponsel cerdas mereka.
Sistem ini disebut “berbasis niat” karena menggunakan kecerdasan buatan untuk memahami apa yang ingin dilakukan pengguna. Ini membuatnya lebih mudah dan alami untuk menavigasi telepon.
Perusahaan mendemonstrasikan sistem pelacakan mata berbasis niat ini di MWC tahun ini pada ponsel pintar Chinese Magic 6 Pro. Mereka kini telah mengonfirmasi bahwa fitur tersebut akan diluncurkan ke perangkat global mulai 27 Agustus. Namun Honor belum merinci smartphone mana yang akan mendukung teknologi tersebut. Kami berharap setiap perangkat yang menerima MagicOS 8.0 akan menyertakannya.
Ke depan, Honor juga mengembangkan sistem antarmuka otak-komputer (BCI), yang memungkinkan orang berkomunikasi dengan perangkat eksternal menggunakan sinyal otak—metode yang sangat nyaman bagi individu dengan mobilitas terbatas.
Saat sistem BCI masih dalam pengembangan, Honor menjalankan kampanye media sosial, #HONORtheChallenger, untuk meningkatkan kesadaran akan ALS di seluruh platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook. Kampanye ini didukung oleh atlet seperti Nile Wilson dan telah menarik 11 juta keterlibatan global. (nano)
Tinggalkan Komentar