Sukoharjonews.com – Sebuah unggahan berupa hoaks beredar di media sosial. Unggahan berupa video rekaman dengan narasi warga di sekutar Gunung Anak Krakatau berlarian menyelamatkan diri setelah gunung meletus.
Dilansis dari laman Komdigi, Minggu (13/9/2026), berikut ini cek faktanya:
Penjelasan:
Beredar unggahan di media sosial yang membagikan video rekaman dengan narasi warga di sekitar Gunung Anak Krakatau berlarian menyelamatkan diri setelah gunung meletus.
Faktanya, narasi video yang mengeklaim warga panik dan berlarian saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi adalah hoaks. Dilansir dari tempo.co, video yang beredar sebenarnya direkam saat erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021, bukan Gunung Anak Krakatau. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @novanhendri510 dan juga diberitakan oleh vice.com serta factcheck.afp.com.
Pemeriksaan melalui Google Maps dan dokumentasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan tidak ada permukiman di gunung tersebut. Permukiman terdekat berada di Pulau Sebesi, lebih dari 15 km dari Gunung Anak Krakatau. Kawasan Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan cagar alam dan cagar alam laut, sehingga tidak diperuntukkan sebagai tempat tinggal. Meski demikian, Gunung Anak Krakatau memang mengalami erupsi pada September 2026, dengan rangkaian erupsi yang menurut Badan Geologi berlangsung sekitar 25 jam sebelum mereda.
Kategori: Hoaks
Link Counter:
– https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-video-warga-berlarian-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-2286494. (*)
Tinggalkan Komentar