HMD Asha 305 Diumumkan, Ponsel Android dengan Layar LCD 5 Inci, Bobot 145g, dan Baterai 2.500mAh

HMD Asha 305. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – HMD menghidupkan kembali nama yang familier dari masa lalu Nokia dan membawa kembali sub-merek Asha melalui ponsel pintar entry-level baru yang dibangun di atas Android Open Source Project. Ini adalah langkah nyata menuju perangkat yang sederhana dan terjangkau bagi pengguna yang hanya menginginkan fitur dasar tanpa harus membayar lebih untuk ponsel Android yang lebih canggih.

Dilansir dari Gizmochina, Selasa (15/9/2026), ponsel ini hadir dalam pilihan warna hitam dan hijau limau, memiliki ketebalan 10,2 mm, dan bobot hanya 145 gram. Di bagian depan, terdapat layar LCD 5 inci beresolusi 854×480 dan kamera swafoto 2MP. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 2MP yang serasi, lengkap dengan lampu kilat LED.

Di bagian dalam, ponsel ini ditenagai prosesor Unisoc T137 dengan RAM 2GB dan penyimpanan 16GB, yang dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 128GB. Perangkat ini memiliki baterai 2.500mAh yang dapat dilepas-pasang, mendukung pengisian daya 5W, dan diklaim mampu bertahan hingga 32 jam. Fitur konektivitasnya mencakup dukungan dual SIM 4G, Wi-Fi, Bluetooth 4.2, GPS, dan port USB Type-C.

Ponsel ini menjalankan Pulse OS, sistem operasi yang berbasis Android. Salah satu perbedaan mencolok adalah tidak adanya layanan Google Play atau aplikasi Google standar yang terinstal sebelumnya. Sebagai gantinya, HMD menyediakan toko aplikasi sendiri yang menawarkan pilihan aplikasi yang lebih ringan.

Meskipun pihak merek tidak menyebutkan aplikasi apa pun selain TikTok Lite di situs web mereka, laporan tidak resmi menyebutkan adanya Facebook Lite, Instagram Lite, WhatsApp, dan YouTube. Tujuannya adalah menjaga sistem tetap sederhana serta berfokus pada fungsi komunikasi dan hiburan utama. Harga:

HMD belum mengumumkan harga resmi secara global, meskipun ponsel ini sudah muncul di beberapa wilayah seperti Filipina dengan harga sekitar 3.990 peso Filipina atau Rp1,1 jutaan. Ponsel ini diposisikan sebagai smartphone kelas ringan yang berada di antara “feature phone” dasar HMD dan perangkat Android murah yang lebih canggih (dan lebih mahal).

Ponsel ini tidak memiliki kamera beresolusi tinggi atau layar besar seperti yang biasa ditemukan pada ponsel Android pada umumnya, namun hal itu justru membuatnya tidak terlalu mengganggu perhatian. Satu konsekuensinya adalah perangkat ini lebih mengandalkan ekosistem aplikasi—termasuk media sosial—dibandingkan dengan “feature phone” HMD yang lebih mendukung gaya hidup bebas gangguan digital. Meski demikian, ponsel ini bisa menjadi perangkat pendamping yang andal; tidak terlalu primitif, namun juga tidak membosankan.

Baterai yang bisa dilepas, ukuran ringkas, dan penggunaan nama Asha semakin menambah daya tarik bagi siapa pun yang pernah memiliki Nokia Asha 305 versi orisinal. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar