Sukoharjonews.com – Hisense akhirnya meluncurkan ponsel e-ink A10 setelah berbulan-bulan memberikan bocoran informasi. Lini produk ini mencakup dua model, yaitu A10 Pro dan A10 Ultra, dengan harga mulai dari 2.799 yuan atau Rp7,3 jutaan.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (1/9/2026), A10 Pro tersedia dalam tiga konfigurasi. Model 8GB+128GB dibanderol seharga 2.799 yuan atau Rp7,3 jutaan, sedangkan versi 8GB+256GB dan 12GB+512GB masing-masing dihargai 2.999 yuan atau Rp7,9 jutaan dan 3.499 yuan atau Rp9,2 jutaan.
A10 Ultra dibanderol seharga 3.198 yuan atau Rp8,4 jutaan untuk varian 8GB+128GB, 3.398 yuan atau Rp8,9 jutaan untuk 8GB+256GB, dan 3.898 yuan atau Rp10,2 jutaan untuk 12GB+512GB. Kedua model hadir dalam pilihan warna Moon White dan Bamboo Green serta memiliki bobot 190 gram.
Kedua ponsel ini dilengkapi layar e-ink Carta 1300 berukuran 6,13 inci dengan resolusi 1648 x 824 piksel dan kerapatan piksel 300 PPI. Layarnya mendukung 256 tingkat skala abu-abu (grayscale) dan 36 tingkat pencahayaan depan dua warna.
Berbeda dengan layar ponsel konvensional, panel e-ink mengandalkan pantulan cahaya sekitar untuk menghasilkan gambar. Layar ini juga tidak memancarkan cahaya biru dan tidak berkedip. Hisense menyatakan bahwa layar ini dirancang untuk aktivitas seperti membaca e-book, memberi anotasi pada PDF, dan belajar.
Layar ini juga dilengkapi dengan chip TCON perangkat keras E Ink T2000. Chip ini menangani penyegaran layar secara independen, mengurangi efek ghosting, dan meringankan beban kerja prosesor utama.
Fitur utama dari seri A10 adalah layar berwarna magnetis opsional. Panel LCD berukuran 4,96 inci ini dipasang di bagian belakang ponsel menggunakan cincin magnet dan kontak logam. Layar ini dapat dipasang atau dilepas kapan pun diperlukan.
Saat layar berwarna terpasang, A10 dapat digunakan layaknya ponsel pintar biasa. Pengguna dapat membaca komik berwarna, melihat grafik dan gambar, menonton video pendek, serta menggunakan aplikasi media sosial. Anda cukup melepasnya saat tidak membutuhkannya.
Model A10 Ultra sudah menyertakan layar berwarna magnetis dalam paket penjualannya. Sementara itu, model A10 Pro memiliki kontak magnetis bawaan pada ponsel tetapi tidak menyertakan layar sekunder tersebut. Pengguna dapat membeli aksesori ini secara terpisah jika menginginkannya.
Seri A10 ditenagai oleh prosesor octa-core Qualcomm QCM6690 yang dibuat dengan teknologi fabrikasi 4nm. Chip ini mendukung konektivitas 5G dan telah dioptimalkan untuk perangkat layar e-ink.
Hisense menyatakan bahwa ponsel ini dapat secara otomatis menurunkan frekuensi prosesor dan konsumsi daya saat digunakan untuk membaca konten statis. Untuk tugas yang lebih berat, ponsel dapat meningkatkan performa agar antarmuka tetap responsif.
Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 4.000 mAh dengan dukungan pengisian daya kabel 18W dan pengisian daya nirkabel 15W. Model Ultra juga mendukung pengisian daya nirkabel magnetis.
Seri A10 menjalankan sistem operasi Android 16 sejak awal dan mendukung pembaruan sistem serta patch keamanan jangka panjang. Berbeda dengan beberapa ponsel layar e-ink lain yang membatasi aplikasi yang dapat diinstal, A10 memungkinkan pengguna untuk menginstal aplikasi Android seperti biasa. Ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera belakang utama 48MP dan kamera depan 8MP. Fitur lainnya mencakup NFC, kendali jarak jauh inframerah, Wi-Fi 6, perekaman panggilan, dan kloning aplikasi. (nano)
Tinggalkan Komentar