Sukoharjonews.com (Semarang) – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki potensi ekspor yang tinggi. Berdasarkan data Balai Karantina Indonesia (Barantin), hingga November 2025, nilai ekspor Jateng mencapai Rp18,2 triliun dengan 24.935 sertifikasi karantina.
“Tahun 2024 ekspor mencapai Rp19,5 triliun. Barantin menargetkan pada 2026 ekspor dapat menembus Rp20 triliun,” ujar Kepala Barantin, Sahat, dikutip dari laman Pemrov Jateng, Selasa (2/12/2025),
Sahat melanjutkan, produk-produk yang diekspor tersebut hasil kerja para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan UMKM, yang dibina oleh Balai Karantina. Sebab, lembaganya kini tak hanya melakukan proses sertifikasi, tetapi juga mendampingi UMKM agar memenuhi standar ekspor.
“Yang kita dorong adalah ekspor UMKM. Banyak komoditas yang tidak bisa dihasilkan negara tujuan, tetapi sangat dibutuhkan di sana dengan syarat tertentu,” jelasnya.
Disisi lain, ekspor dari produk UMKM Jateng dilepas oleh Gubernur Ahmad Luthfi senilai Rp10,1 miliar, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11).
Komoditas yang diekspor tersebut di antaranya sarang burung walet, ikan pari, keripik udang, kopi, cincau, kapulaga, dan berbagai produk lokal lainnya. Seluruh komoditas tersebut merupakan hasil usaha petani dan UMKM.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi, menyatakan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya. Sebab, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah.
“Produk unggulan Jawa Tengah banyak sekali. Jangan berpikir ekspor itu hanya untuk perusahaan besar. UMKM kita boleh dan mampu melakukan ekspor,” tegas Luthfi.
Dia mengatakan Pemprov Jateng memberikan ruang selebar-lebarnya bagi UMKM untuk naik kelas, termasuk melalui pendampingan karantina.
“Kita punya banyak komoditas, termasuk ikan cupang, bawang merah, sarang burung walet, ikan, dan lainnya. Semuanya punya daya saing,” jelas Luthfi.
Dia berharap agar nilai ekspor UMKM di wilayahnya terus meningkat. Karenanya, pendampingan dari Barantin sangat dibutuhkan untuk membantu para pelaku UMKM. Termasuk, kondisi keamanan yang kondusif bagi investasi dan ekspor.
Berkat kondisivitas itu, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dari nasional yang berada di angka 5,04 persen. (nano)
Tinggalkan Komentar