
Sukoharjonews.com – Hingga bulan Maret 2026, muncul tiga kasus campak di Kabupaten Sukoharjo. Masing-masing di bulan Februari dan Maret. Dari tiga kasus campak tersebut, satu menyerang orang dewasa dan dua lainnya pada bayi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, menyampaikan seluruh pasien saat ini telah dinyatakan sembuh dan tidak memerlukan perawatan inap. Menurut Tuti, hal tersebut menjadi salah satu indikator penyebaran kasus masih dalam batas terkendali.
“Dari tiga kasus campak tersebut tidak sampai opname dan dinyatakan sudah sembuh,” ujar Tuti, Rabu (8/4/2026).
Tuti melanjutkan, tiga kasus tersebut tidak memenuhi kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal tersebut karena kasus terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda serta tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.
Untuk menetapkan status KLB campak, lanjut Tuti, memiliki indikator tertentu, di antaranya adanya minimal 10 kasus suspek dalam kurun waktu empat minggu terakhir, dengan setidaknya dua kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
“Di Sukoharjo belum masuk kriteria KLB, karena kasusnya tidak saling berkaitan dan jumlahnya juga masih di bawah indikator yang ditentukan,” jelasnya.
Selain itu, jumlah kasus campak pada periode ini juga disebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan rata-rata kasus per bulan sepanjang tahun 2025 di Sukoharjo. DKK Sukoharjo pun berharap tren penurunan ini dapat terus dipertahankan.
Masyarakat diimbau tetap waspada dengan menjaga kesehatan serta melengkapi imunisasi guna mencegah penyebaran campak. (nano)















Facebook Comments