
Sukoharjonews.com – Selama musim kemarau ini, kasus kebakaran di Sukoharjo mengalami peningkatan. Sesuai data Damkar Sukoharjo, sejak Januari-24 Juli 2023, kasus kebakaran di Sukoharjo mencapai 73 kejadian. Cuaca panas selama kemarau ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus kebakaran.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan, kejadian kebakaran mengalami peningkatan cukup signifikan saat musim kemarau ini. Damkar Satpol PP Sukoharjo dalam dua bulan terakhir kasus kebakaran mengalami kenaikan signifikan.
“Pada kurun waktu 1 Januari sampai dengan 31 Mei 2023 ada 34 kejadian kebakaran. Nah, dalam bulan Juni-Juli 2023 ini sudah ada 39 kejadian kebakaran,” ujarnya, Sabtu (29/7/2023).
Peningkatan kejadian kebakaran ditegaskan Margono terjadi salah satunya karena faktor pengaruh musim kemarau dimana kondisi lingkungan menjadi kering. Kasus kebakaran terbanyak terjadi di lahan kosong, bangunan rumah dan tempat usaha.
Margono mengatakan, ada peningkatan kasus kebakaran di musim kemarau ini. Kebakaran terjadi baik di bangunan rumah tinggal, tempat usaha, dan lahan kosong. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus kebakaran mengingat kondisi kering akibat cuaca panas.
Damkar Satpol PP Sukoharjo terkait kewaspadaan kasus kebakaran sudah melakukan koordinasi dengan camat dan pihak terkait. Selain itu juga berencana membuat surat edaran berisi imbauan kewaspadaan kerawanan kebakaran kepada camat yang nantinya bisa diteruskan sampai ke pemerintah desa dan kelurahan hingga RT dan RW.
“Di wilayah selatan seperti Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu rawan kebakaran kebun, pekarangan dan hutan. Sedangkan di wilayah lain juga rawan kebakaran karena banyak rumah, tempat usaha dan industri. Hindari membakar sampah dan meninggalkan karena bisa menjadi sumber api penyebab kebakaran,” ujarnya. (nano)



Facebook Comments