
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri terus meningkat secara konsisten. Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi terpadu untuk memperkuat fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, serta menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Mandiri menyampaikan komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan sektor infrastruktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Bank Mandiri terus mengalirkan pembiayaan ke berbagai sektor strategis guna meningkatkan daya saing nasional. Langkah ini juga diharapkan mampu memperluas pemerataan pembangunan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.”
“Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan, dikutip dari laman KabarBUMN, Kamis (9/4/2026).
Komitmen tersebut tercermin dari total kredit infrastruktur yang telah disalurkan Bank Mandiri hingga Februari 2026 mencapai Rp491,63 triliun. Angka tersebut tumbuh 30,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 Tahun 2015.
Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas pembiayaan yang kuat, didukung sinergi ekosistem layanan serta pendekatan komprehensif dari hulu hingga hilir.
Riduan juga menjelaskan bahwa pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis. Mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan jaringan kereta api yang memberikan dampak langsung terhadap konektivitas serta aktivitas ekonomi nasional.
“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional.”
“Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” imbuhnya.
Secara detail, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai Rp118,03 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut meningkat 18,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan 178,19% secara tahunan menjadi Rp85,84 triliun.
Selain itu, pembiayaan untuk pembangunan jalan juga mengalami kenaikan sebesar 11,08% secara tahunan hingga mencapai Rp54,84 triliun. Di sisi lain, subsektor telematika mencatat pertumbuhan 12,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai pembiayaan pada sektor tersebut mencapai Rp44,34 triliun.
Ke depan, Bank Mandiri melihat prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.
“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata.”
“Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” tambah Riduan. (nano)















Facebook Comments