Hingga Akhir 2025, Penyaluran KUR Bank Mandiri Tembus Rp41 Triliun

Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp40,99 triliun sepanjang 2025 untuk UMKM, fokus sektor produksi, dukung ekonomi kerakyatan dan ketahanan nasional. (Foto: Dok Bank Mandiri)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Hingga akhir 2025, Bank Mandiri terus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Tercatat, penyaluran KUR Bank Mandiri sebesar Rp40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa realisasi penyaluran ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, industri perbankan, dan pelaku usaha dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing.”

“Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujar Riduan, dikuti dari laman KabarBUMN, Minggu (11/1/2026).

Penyaluran KUR oleh bank dengan identitas pita emas tersebut juga sejalan dengan fokus pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Hal ini tercermin dari komposisi penyaluran KUR sepanjang 2025 yang mayoritas mengalir ke sektor produksi, yakni sebesar 61,54 persen atau senilai Rp25,13 triliun.

Secara lebih detail, sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional memperoleh pembiayaan Rp12,75 triliun atau sekitar 31,23 persen dari total KUR Bank Mandiri.

Sementara itu, sektor jasa produksi menerima Rp8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan sebesar Rp3,03 triliun atau 7,43 persen, dan sektor perikanan mencapai Rp562 miliar atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.

Dalam rangka menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri mengimplementasikan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, terutama pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah.

Strategi closed-loop ini mengoptimalkan sinergi antara nasabah wholesale, UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai guna meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan usaha.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga konsisten memfasilitasi transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen atau Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri yang tersebar di berbagai ekosistem UMKM. Inisiatif ini disertai dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital agar pelaku usaha mampu mengelola keuangan secara inklusif dan modern.

Akselerasi Dukungan Pemerintah di 2026
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan penyaluran KUR pada 2026 sejalan dengan agenda pemerintah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem yang dijalankan secara terintegrasi melalui sinergi antar entitas Mandiri Group.

Riduan menilai, program yang dikoordinasikan pemerintah ini diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. Dengan pertumbuhan bisnis yang seiring dengan penguatan sektor riil, Bank Mandiri diharapkan terus meningkatkan daya saing, memperkokoh fundamental usaha, dan bertumbuh berkelanjutan sebagai bank nasional unggulan.

“Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional,” tambah Riduan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar