
Sukoharjonews.com – Obesitas adalah penyakit kompleks yang melibatkan terlalu banyak lemak tubuh. Obesitas bukan hanya masalah kosmetik. Ini adalah masalah medis yang meningkatkan risiko banyak penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Ini bisa termasuk penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit hati, sleep apnea dan kanker tertentu.
Dilansir dari mayoclinic, Jum’at (10/5/2024), da banyak alasan mengapa sebagian orang kesulitan menurunkan berat badan. Seringkali, obesitas disebabkan oleh faktor keturunan, fisiologis, dan lingkungan, yang dikombinasikan dengan pola makan, aktivitas fisik, dan pilihan olahraga.
Kabar baiknya adalah penurunan berat badan sedikit pun dapat memperbaiki atau mencegah masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Pola makan yang lebih sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan perubahan perilaku dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Obat resep dan prosedur penurunan berat badan adalah pilihan lain untuk mengatasi obesitas.
Gejala
Indeks massa tubuh, yang dikenal sebagai BMI, sering digunakan untuk mendiagnosis obesitas. Untuk menghitung BMI , kalikan berat badan dalam pon dengan 703, bagi dengan tinggi badan dalam inci, lalu bagi lagi dengan tinggi badan dalam inci. Atau bagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Ada beberapa kalkulator online yang tersedia yang membantu menghitung BMI .
Kapan harus ke dokter
Jika Anda mengkhawatirkan berat badan Anda atau masalah kesehatan terkait berat badan, tanyakan pada ahli kesehatan Anda tentang manajemen obesitas. Anda dan tim perawatan kesehatan Anda dapat mengevaluasi risiko kesehatan Anda dan mendiskusikan pilihan penurunan berat badan Anda.
Penyebab
Meskipun ada pengaruh genetik, perilaku, metabolisme, dan hormonal terhadap berat badan, obesitas terjadi ketika Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar melalui aktivitas dan olahraga sehari-hari. Tubuh Anda menyimpan kelebihan kalori ini sebagai lemak.
Di Amerika Serikat, pola makan kebanyakan orang terlalu tinggi kalori – sering kali berasal dari makanan cepat saji dan minuman berkalori tinggi. Orang dengan obesitas mungkin mengonsumsi lebih banyak kalori sebelum merasa kenyang, lebih cepat merasa lapar, atau makan lebih banyak karena stres atau kecemasan.
Banyak orang yang tinggal di negara-negara Barat kini memiliki pekerjaan yang tidak terlalu menuntut fisik, sehingga mereka cenderung tidak membakar banyak kalori saat bekerja. Bahkan aktivitas sehari-hari menggunakan lebih sedikit kalori, berkat kemudahan seperti remote control, eskalator, belanja online, dan restoran serta bank drive-through.
Faktor risiko
Obesitas seringkali disebabkan oleh kombinasi penyebab dan faktor yang berkontribusi:
Warisan dan pengaruh keluarga
Gen yang Anda warisi dari orang tua dapat memengaruhi jumlah lemak tubuh yang Anda simpan, dan ke mana lemak tersebut didistribusikan. Genetika juga mungkin berperan dalam seberapa efisien tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi, bagaimana tubuh Anda mengatur nafsu makan, dan bagaimana tubuh Anda membakar kalori selama berolahraga.
Obesitas cenderung diturunkan dalam keluarga. Itu bukan hanya karena gen yang mereka miliki. Anggota keluarga juga cenderung memiliki kebiasaan makan dan aktivitas yang serupa.(patrisia argi)



Facebook Comments