Hari Pertama PSBB, Aktivitas Masyarakat Normal, Satpol PP Intensifkan Operasi Yustisi

Kawasan Alun-Alun Satya Negara terlihat normal di hari pertama PSBB, Senin (11/1/2021).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sukoharjo dan wilayah Solo Raya pada umumnya. Dilihat dari aktivitas masyarakat di pasar tradisional dan juga arus lalu lintas, suasana di Sukoharjo terpantau normal seperti biasa. Meski begitu, Satpol PP bersama petugas gabungan intensif melakukan operasi yustisi.



Dari pantauan di Pasar Ir Soekarno dan juga kawasan Alun-Alun Satya Negara, tidak ada perubahan dibandingkan hari-hari biasanya. Yang terlihat berbeda di kompleks perkantoran Gedung Terpadu menara Wijaya dimana ada pengurangan jumlah PNS yang ngantor. Pasalnya, mulai hari ini sudah diberlakukan 50% PNS melakukan “work from home” (WFH).

“Operasi yustisi kami intensifkan selama PSBB ini dimana operasi akan kami lakukan tiga kali sehari,” ungkap Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, Senin (11/1/2021).

Dikatakan Heru, dalam operasi yustisi ini sasaran petugas adalah warga yang tidak memakai masker, kerumunan serta tempat usaha yang tidak mematuhi jam operasional. Pasalnya, selama PSBB tempat usaha baik kecil maupun besar harus tutup pukul 19.00 WIB.

Seperti diketahui, Sukoharjo dan daerah di Solo Raya secara serentak melaksanakan PSBB mulai 11-25 Januari. PSBB sendiri menindaklanjuti Instruksi Mendagri No 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona. Selain itu, saat ini penyebaran corona di Sukoharjo semakin meluas diiringi dengan peningkatan jumlah kasus dan rata-rata kematian di Sukoharjo diatas rata-rata kematian nasional. Selain itu, tingkat kesembuhan dibawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional.

Saat ini, masih ada 536 kasus positif corona aktif yang tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 189 orang, Grogol 37 orang, Mojolaban 37 orang, Baki 75 orang, Sukoharjo 105 orang, Tawangsari 22 orang, dan Polokarto 14 orang. Kemudian Kecamatan Bendosari 14 orang, Nguter 21 orang, Bulu 17 orang, Weru empat orang, dan Kecamatan Gatak satu orang. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed