Ragam  

Harga Bahan Baku Melonjak, Perajin Tahu Kartasura Mogok Produksi

Komunitas Perajin Tahu Tempe Kartasura saat beraudiensi dengan DPRD Sukoharjo, Senin (4/1/2021).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Perajin tahu di Desa Ngabeyan, Kartasura melakukan aksi mogok produksi per 4 Januari ini. Mogok produksi dilakukan sebagai bentuk protes melonjaknya harga bahan baku kedelai dan minyak goreng. Kenaikan bahan baku tersebut mencapai 150% sehingga membuat kesulitan perajin tahu sehingga memutuskan menghentikan produksi.



“Sesuai kesepakatan, perajin tahu di Kartasura memutuskan untuk menghentikan produksi per 4 Januari 2021 ini,” jelas Perwakilan Komunitas Tahu Tempe Kartasura, Puryono saat mengaku ke DPRD, Senin (4/1/2021).

Dikatakan Puryono, saat ini harga kedelai melambung tinggi dati harga normal Rp6.500 per kilogram (kg) menjadi Rp9.000 per kg. Begitu harga juga minyak goreng dimana harga normal Rp9.000 per liter menjadi Rp13.500 per liter.

Dengan kenaikan harga kedelai dan minyak goreng ini, ujar Puryono, pengusaha dan pedagang tahu tempe di lingkup Kecamatan Kartasura mengalami kesulitan dalam proses produksi. Dengan naiknya bahan baku tersebut, Puryono mengaku produksi mengalami penurunan yang signifikan sehingga berdampak pada penghasilan para perajin.

“Awalnya kami sempat mau menggelar aksi demo, namun dengan berbagai pertimbangan dan situasi pandemi corona, kami membatalkan rencana tersebut dan memilih beraudiensi dengan DPRD,” ujarnya.

Audiensi di DPRD sendiri ditemui oleh Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo dan Ketua Komisi 2, Idris Sarjono dan juga anggota komisi. Dalam kesempatan itu Eko menyampaikan, persoalan utama yang dihadapi perajin yang notabene pelaku UMKM adalah naiknya harga bahan baku yang mencapai 150%.

Menurutnya, perlu dirunut apakah kenaikan harga tersebut merupakan siklus atau memang ada faktor lain yang menyebabkannya. “Setelah itu dicari solusinya, bentuk campur tangan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM seperti apa,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi 2, Idris Sarjono. Menurutnya, setelah ada surat dari Komunitas Tahu Tempe Kartasura, pihaknya sempat survei ke pasar tradisional dimana memang diketahui ada kenaikan harga bahan baku. Namun, untuk perajin tahu tempe di wilayah lain tetap bisa produksi dan harga jual di pasar juga belum naik.

“Nah, perlu dicari kenaka perajin tahu tempe di Kartasura memutuskan berhenti produksi. Kalau soal harga bahan baku, dinas terkait bisa mencari solusi untuk menekan harga bahan baku. Bisa menggelar pasar murah untuk menekan harga atau koordinasi dengan Bulog,” ujarnya. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *