Halaman KPU Kebanjiran, Panggung Seni Budaya Digelar Dijalanan

Pembukaan pagelaran seni budaya KPU Sukoharjo menyongsong satu tahun pemilu serentak 2019 digelar darurat di jalanan karena halaman Kantor KPU kebanjiran, Sabtu (21/4).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Hujan yang turun pada Jumat (20/4) malam membuat halaman KPU Sukoharjo kebanjiran. Banjir yang terjadi membuat kegiatan pagelaran seni budaya menyongsong satu tahun pemilu serentak 2019 digelar darurat di jalanan. Kegiatan itu sendiri dibuka oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.


Sedianya, panggung pentas seni budaya digelat di halaman KPU. Namun, karrna halaman kebanjiran, pembukaan pentas seni lantas digeser ke Jalan Diponegoro depan KPU. Panitia pun kerja keras memindahkan kajang, meja dan kursi.

Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto mengatakan, kegiatan pentas seni budaya sendiri menindaklanjuti instruksi dari KPU pusat. Kegiatan dalam rangka menyongsong satu tahun pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Kegiatan ini mengambil tema “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat Menyukseskan Pemilu Serentak 2019″,” ujarnya.

Pentas seni yang digelar antara lain Wayang Suluh Demokrasi, Tari Kebo Kinul, Tari Jamu Gendong, Harmoni Band, Trototar Band, dan juga penampilan Buroxx Bank. Selain itu, sebagai bentuk komitmen, ujarnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan deklarasi bersama menyukseskan pemilu 2019. Penandatangan dilakukan oleh semua parpol peserta pemilu.

Kuswanto mengaku, deklarasi tersebut bukan formalitas dan seremonial belaka. Namun, deklarasi juga lebih bermakna mempertegas sikap KPU untuk menyukseskan pemilu 2019. Kuswanto juga berpesan, pemilu 2019 akan lebih berat karena selain berkurangnya jumlah PPK , juga bertambahnya pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan bersamaan.

“Marilah kita mencatatkan diri dalam sejarah pelaksanaan demokrasi di Indonesia jika kita pernah jadi penyelenggara yang sukses dalam pelaksanaan pemilu serentak yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyampaikan, tahun 2019 yang akan datang pertama kali pemilu serentak dan bersamaan antara Pileg dan Pilpres. Pemilu 2019 akan menjadi penentu nasib perjalanan bangsa Indonesia. Begitu pentingnya arti pemilu 2019 sehingga pemilu bukan sekadar persyaratan politik tapi wujud pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat.

“Selain sebagai wadah warga menyuarakan aspirasi, disisi lain harus mewujudukan tatanan yang baik dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, ipntingnta partisipasi masyarakat untuk menyukseskan pemilu. Perlunya partisipasi sepenuhnya dari rakyar demi suksesnya pemiku 2019. Diharapkan dalam pemilu 2019 nanti seluruh pemangku kepentingan dapat menjalakan tupoksinya masing-masing. Bupati juga mengatakan, demokrasi harus memberikan hasil nyata bagi seluruh elemen masyarakat.

“Ada kecenderungan peningkatan suhu politik secara langsung atau tidak langsung dan diharapkan tidak memberikan dampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat,” harap Bupati. (erlano putra).


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar