Sukoharjonews.com – Universitas Veteran Banguan Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo memberikan pembekalan kepada mahasiswa reguler yang akan mengikuti KKN. Pembekalan dilakukan di auditorium dengan menghadirkan sejumlah nara sumber, Kamis (23/7/2026).
Ketua Pusat KKN Univet Bantara Sukoharjo, Ainur Komariyah, M.Sc menyampaikan, mahasiswa reguler Univet Bantara yang akan mengikuti KKN sebanyak 554 orang. Mahasiswa akan menjalani KKN di empat kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
“Mahasiswa terbagi dalam 55 kelompok dengan pembagian 12 kelompok di Kecamatan Manyaran, 12 kelompok di Kecamatan Wuryantoro, 16 kelompok di Kecamatan Nguntoranadi, dan 16 kelompok di Kecamatan Baturetno,” terangnya.
Ainur juga menyampaikan, pembekalan juga akan diberikan kepada mahasiswa non-reguler yang juga mengikuti KKN. Untuk mahasiswa reguler sendiri akan didampingi oleh 36 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof Dr Farida Nugrahani, M.Hum dalam kesempatan yang sama mengatakan, ajang KKN merupakan salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan yang didapat di bangku kuliah di lingkungan masyarakat.
Seperti yang diketahui, lanjutnya, Perguruan Tinggi memiliki tiga dharma. Yakni, pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“KKN itu bagian dari tugas universitas untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Jadi mahasiswa di tengah-tengah masyarakat akan mengimplementasikan semua pengetahuan. Untuk apa? Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul di lapangan,” paparnya.
Menurut Prof Farida, dalam menyelesaikan masalah di lapangan diharapkan yang solutif. Tidak dengan menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah baru.
“Begitu juga saat KKN nanti jangan sampai mahasiswa justru menimbulkan masalah,itu hatapan kita,” pesannya.
Prof Farida menambahkan, keberadaraan mahasiswa KKN di tengah masyarakat akan dilihat sebagai representasi Univet Bantara ini. Untuk itu, apapun yang dilakukan mahasiswa akan membawa nama universitas sehingga harus benar-benar dijaga akan tidak menimbulkan persepsi negatif pada kampus.
Selain itu, Prof Farida juga berpesan agar mahasiswa dan dosen pemimbing memantaskan diri sebagai “role model” bagi masyarakat. “Insya Allah dengan niat baik itu nanti citra perguruan tinggi akan tetap terjaga. Semakin banyak mahasiswa yang terjun ke lapangan, semakin masyarakat mengenal tentang Univet,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar