Sukoharjonews.com – Event Grebeg Penjalin di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo kembali digelar tahun ini dan menjadi event ke-8. Menurut rencana, event rutin tahunan ini akan digelar 9-11 Oktober 2025.
“Tahun ini event digelar lebih lama dengan harapan omzet yang masuk juga lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Ketua Panitia, Suryanto, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, pada event tahun 2024, omzet yang masuk ke perajin rotan mencapai Rp480 juta. Tahun ini, panitia menargetkan omset yang masuk bisa mencapai Rp600 juta.
Suryanto mengatakan, rangkaian acara diawali dengan gowes susur Desa Trangsan pada 5 Oktober. Barulah kemudian event inti Grebeg Penjalin pada 9-11 Oktober dimana selama event diawali dengan kirab budata. Selain itu, ada juga bazar Berkah Ria, 3-19 Oktober.
“Grebeg Penjalin 2025 ini merupakan peristiwa budaya kreasi baru yang kehadirannya secara sengaja diciptakan untuk menumbuhkan semangat kerja dan daya cipta serta kreativitas segenap pelaku industri rotan di Desa Trangsan,” terangnya.
Sedangkan Kepala Desa (Kades) Trangsan, Mujiman mengatakan, Grebeg Penjalin dimulai tahun 2015 dan rutin digelar setiap tahun. Event ini bertujuanuntuk menumbuhkan kecintaan terhadap produksi mebel rotan dan kayu.
“Juga untuk menciptakan pasar baru dari hasil produksi mebel rotan dan kayu serta meningkatkan pasar domestik,” ujarnya.
Mujiman mengaku tahun ini event digelar dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Seperti komunitas pendidikan, pelaku industri mebel rotan dan kayu, komunitas pendidikan, komunitas agamа, dan lainnya.
Mujiman menambahkan, saat ini jumlah perajin rotan di Desa Trangsan sekitar 215 perajin. dari jumlah tersebut, setiap bulan melakukan ekspor antara 150-200 kontainer. (nano)
Tinggalkan Komentar