Sukoharjonews.com – Gempa yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari dirasakan warga Sukoharjo. Bahkan, gempa tersebut berdampak terhadap ambrolnya plafon TK Karangmojo 2 di Dukuh Pucung, Kecamatan Weru.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8.99 Lintang Selatan dan 111.18 Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan hingga saat ini laporan yang diterima pihaknya baru satu bangunan yang terdampak gempa.
“Ambrolnya plafon TK Karangmojo 2 di Dukuh Pucung, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru,” ujar Ariyanto.
Ariyanto melanjutkan, BPBD masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan maupun korban akibat kejadian tersebut. Peristiwa ini mengingatkan pada kejadian serupa yang terjadi pada 27 Januari 2026 lalu.
Saat itu, getaran gempa juga dirasakan warga Sukoharjo meski pusat gempa berada cukup jauh dari wilayah setempat.
“Hari itu di Kabupaten Sukoharjo merasakan dua kali gempa. Kejadiannya memang jauh dari Sukoharjo, tapi getarannya terasa,” ujarya.
Gempa pertama pada 27 Januari 2026 terjadi sekitar pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa di Pacitan, Jawa Timur. Gempa bermagnitudo 5,5 tersebut dirasakan warga Sukoharjo selama sekitar lima hingga tujuh detik.
Selanjutnya, gempa kedua terjadi sekitar pukul 13.15 WIB dengan pusat gempa di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang getarannya juga terasa hingga Sukoharjo.
Meski dua gempa tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga, BPBD Sukoharjo memastikan tidak menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
BPBD Sukoharjo kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik apabila terjadi gempa susulan.
Warga diminta segera mencari tempat aman dan mengikuti langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.
“Kalau terjadi gempa, jangan panik. Di dalam ruangan bisa berlindung di bawah meja, atau keluar ruangan secara pelan-pelan, jauhi bangunan, lindungi kepala, dan jangan berlari,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar