Sukoharjonews.com (Jakarta) — Kampanye keberlanjutan Gerakan Sebar Energi Baik terus dilakukan PT Pertamina (Persero). Program tersebut diluncurkan pada akhir tahun lalu. Kampanye keberlanjutan tersebut melibatkan generasi muda serta puluhan influencer dari berbagai kategori, mulai dari eco-conscious creators, young parents, hingga sustainability storytellers.
Pendekatan digital dan berbasis komunitas dipilih untuk mendorong tumbuhnya budaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Gerakan Sebar Energi Baik mengajak masyarakat untuk membagikan kisah aksi kecil yang memberi dampak nyata.
Contohnya antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi, memanfaatkan transportasi umum, mengelola dan mendaur ulang sampah, hingga praktik ramah lingkungan di rumah.
“Setiap unggahan, cerita, dan kebiasaan baik adalah energi positif yang bisa menyebar luas. Kami berharap semua energi baik ini akan terus berlanjut menjadi rantai kebaikan bagi Bumi Pertiwi,” ujar Muhammad Baron, dikutip dari laman KabarBUMN, Senin (26/1/2026).
Sampai dengan minggu ke-5 kampanye, imbuh Muhammad Baron, Gerakan Sebar Energi Baik ini telah diikuti oleh lebih dari 700 penyebar cerita baik. Seluruh aktivitas kampanye dikelola melalui kanal Instagram @SebarEnergiBaik dan @EnergyToEnergize serta diperkuat oleh KOL yang menjadi katalisator.
“Pertamina berharap cerita atau kisah yang disebar itu bisa memberi semangat dan menjadi tauladan bagi yang lain sehingga bisa membangun budaya keberlanjutan utamanya di kalangan Gen Z,” ujar Baron.
Baron menambahkan, lewat kampanye ini, Pertamina menghadirkan pola edukasi yang lebih relatable bagi generasi muda dengan format konten Reels, foto inspiratif, ajakan aksi, serta seri pengumuman mingguan untuk 10 cerita publik terpilih.
Selama lima minggu kampanye, masyarakat diundang untuk mengunggah aksi keberlanjutan mereka dengan hashtag #SebarEnergiBaik dan #EnergyToEnergize. Pertamina melibatkan berbagai profil KOL yang memiliki peran signifikan dalam membangun perilaku keberlanjutan.
Mulai dari pegiat lingkungan, ibu muda yang menerapkan gaya hidup minim sampah, hingga kreator yang fokus pada edukasi energi dan eco-living. Mereka membagikan contoh aksi nyata dan pengalaman pribadi untuk menginspirasi masyarakat luas.
“Pertamina melihat bahwa generasi muda memiliki kekuatan narasi dan pengaruh yang besar,” tandas Baron.
Karena itu ia berharap melalui kolaborasi dengan kreator digital dan komunitas, Gerakan Sebar Energi Baik menjadi ruang bersama untuk menunjukkan bahwa aksi sederhana dapat menciptakan perubahan besar.
Pakar Sustainability yang juga Presiden Direktur Institute for Sustainability and Agility (ISA) Maria R. Nindita Radyati, menambahkan bahwa pendekatan berbasis cerita (storytelling) sangat penting untuk membangun perubahan perilaku.
“Generasi muda butuh contoh yang nyata, dekat, dan mudah dilakukan,” kata Maria, yang juga dewan juri kampanye ‘Gerakan Sebar Energi Baik’.
Dia berharap melalui influencer yang dipercaya oleh generasi muda, pesan soal efisiensi energi, penggunaan produk ramah lingkungan, atau kebiasaan minim sampah menjadi lebih mudah diterima.
“Ini cara efektif untuk memperluas dampak keberlanjutan,” tuturnya.
Selama periode kampanye, sebanyak 10 cerita terbaik setiap minggu akan menerima apresiasi berupa e-voucher. Sistem ini dirancang bukan untuk kompetisi semata, melainkan untuk memperkuat semangat berbagi dan menularkan kebiasaan baik secara berkelanjutan. (nano)
Tinggalkan Komentar