FKIP Univet Bantara Sukoharjo Gelar Seminar Internasional “Education Issues on Digital Era”

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mmenyelenggarakan “international conference on education” dengan tema “Education Issues on Digital Era” secara daring, Selasa (8/8/2023)

Sukoharjonews.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mmenyelenggarakan “international conference on education” dengan tema “Education Issues on Digital Era”. Seminar internasional tersebut digelar secara daring dengan menghadirkan empat nara sumber dari empat negara.

Dekan FKIP Univet, Singgih Subiyantoro menyampaikan, seminar internasional ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan oleh FKIP Univet Bantara Sukoharjo. “Tahun ini, FKIP Univet Bantara Sukoharjo menghadirikan empat pembicara dari empat negara,” ujarnya.

Keempat pembicara tersebut masing-masing Siti Hajar Halili dari Universiti Malaya Malaysia, Merissa B Ocampo dari Fukushima Gakuin College Jepang, Moh Zain Musa, Founder of SEPAMA Kamboja, dan Prof Suwarto, dari Univet Bantara Sukoharjo, Indonesia.

Singgih melanjutkan, peserta seminar sendiri terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Sedangkan untuk peserta pemakalah sendiri berasal dari empat negara, yakni Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Indonesia.

“Untuk peserta sekitar 100 peserta dan 22 pemakalah yang nantinya bisa diterbitkan dalam “International Book Chapter”,” kata Singgih.

Singgih berharap seminar internasional FKIP ini bisa berjalan setiap tahun dengan mengangkat isu-isu terkini di bidang pendidikan dan teknologi pendidikan. Harapannya, ada pembaruan keilmuan bagi para peserta.

Selain itu, ujarnya, khusus untuk mahasiswa FKIP Univet diharapkan dengan dengan seminar internasional ini bisa mendapatkan wawasan dari berbagai negara, praktisi, akademisi, bisa mengupdate diri.

Dekan FKIP Univet Bantara Sukoharjo, Singgih Subiyantoro saat seminar internasional secara daring, Selasa (8/8/2023).

Dengan mendatangkan narasumber dan praktisi dari berbagai negara, tentunya adanya pandangan dan juga paradigma baru. Kemudian penting juga untuk prodi untuk bisa meningkatkan kinerja di bidang pendidikan yang bertaraf internasional karena saat ini ada tuntutan untuk memiliki kinerja di level internasional.

“Seperti pertukaran mahasiswa internasional, menulis buku internasional, publikasi jurnal internasional. Sudah menjadi tuntutan, mau tidak mau, suka atau tidak memang harus meningkatkan level dari nasional ke internasional,” kata Singgih.

Ketua Panitia Muhlis, menambahkan, “international conference on education 2023” merupakan sebuah seminar internasional yang mengangkat tema-tema pedidikan di era digital yaitu suatu era yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital yang semakin banyak bermunculan di semua aspek kehidupan kita tak terkecuali di bidang Pendidikan.

“Pendidikan sebagai sarana dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa hendaknya selalu mengikuti perkembangan jaman untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Dan seminar ini akan mengupas banyak isu mengenai pendidikan di era digital yang diharapkan akan memberikan banyak manfaat kepada kita semua,” ujarnya.

Untuk “Opening Speech” disampaikan oleh Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof Farida Nugrahani. Dalam kesempatan itu, Prof Farida mengapresiasi penyelenggaraan seminar internasional oleh FKIP tersebut. Menurutnya, bicara dunia digital sangat menarik, apalagi dikaitkan dengan dunia pendidikan.

“Berkembangnya dunia digital ini tentunya menjadi tantangan bagi para praktisi pendidikan utamanya tenaga pendidik karena dituntut untuk bisa menyesuaikan diri. Disisi lain, berkembangnya dunia digital juga harus diwapadai karena dengan mudah bisa diakses siapapun termasuk peserta didik,” ujarnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar