Sukoharjonews.com – Gempa bumi dahsyat melanda Provinsi Gansu, China pada Senin (18/12/2023). Gempa tersebut mengguncang wilayah Jishishan, Gansu sekitar 3 mil dari perbatasan provinsi Qinghai. USGS United States Geological Survei mengatakan gempa terjadi sekitar 23 mil barat laut Linxia Chengguanzhen dengan kedalaman dangkal lebih dari 6 mil.
Dilansir dari Usatoday, Kamis (21/12/2023), terjadinya gempa bumi tersebut menyebabkan adanya kerusakan infrastruktur di provinsi tersebut dan provini tetangganya, Qinghai. Gempa juga dirasakan di Lanzhou, ibu kota Gansu yang berjarak 60 mil timur laut pusat gempa dan sekitar 900 mil barat daya ibu kota China, Beijing.
Han Shujun, juru bicara departemen maajemen darurat provinsi, mengatakan pada konferensi pers Selasa, (19/12/2023), sebanyak 105 orang tewas di Gansu, 397 orang lainnya luka-luka. Sementara di Xinhai, kantor berita Xinhai mengatakan 11 orang tewas dan sedikitnya 140 orang terluka.
Bahkan Survei Geologi AS mengatakan bahwa gempa bumi tersebut “gempa yang penting” dan memberikan perkiraan kekuaran guncangan gempa awal sebesar 5,9 skala Richter. Namun pihak yang berwenang China, menurut Kantor Berita Xinhua memberikan perkiraan yang lebih tinggi, menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan sekitar 6,2 skala Richter.
Warga berkumpul di dekat api unggun untuk mencari kehangatan dalam kondisi beku setelah gempa bumi di desa Kangdiao, di wilayah Jiahishan provinsi Gansu, China barat laut pada Selasa, 19 Desember 2023. Gmpa bumi ini menewaskan banyak warga yang berada di wilayah dingin dan pegunungan barat laut China.
Badan Meteorologi China menjelaskan bahwa, suhu terendah semalam di wilayah tersebut adalah 5 hingga 16 Derajat Fahrenheit
Kantor berita Xinhua menjelaskan bahwa tenda-tenda, tempat tidur lipat, dan selimut dikirim ke lokasi bencana. “Upaya pencarian dan penyelamatan korban bencana secara habis-habisan” Ujar Presiden Tiongkok Xi Jinping. (khofifah-mg4/nano)
Tinggalkan Komentar