
Sukoharjonews.com – Samsung mulai berbicara terbuka tentang chip 2nm pertamanya — dan angkanya mengejutkan karena alasan yang tak terduga: jumlahnya ternyata sangat sedikit. Perusahaan ini menargetkan untuk mengirimkan silikon baru tersebut pada tahun 2026, dimulai dengan versi Eropa dari seri Galaxy S26. Di atas kertas, peningkatan ini tidak menandakan “revolusi”, tetapi di balik layar, mereka telah mendapatkan kontrak besar dan ekspektasi yang lebih besar lagi dari Samsung.
Dikutip dari Gizmochina, Senin (24/11/2025), selama bertahun-tahun, chip Exynos Samsung telah menjadi titik lemah dalam strategi flagship globalnya. Pembeli di Eropa secara rutin mendapatkan perangkat yang lebih lambat dan kurang efisien dibandingkan rekan-rekan mereka yang dilengkapi Snapdragon di AS, dan tampaknya hal yang sama akan kembali terjadi pada S26 dan S26+.
Kedua model tersebut diperkirakan akan menggunakan Exynos 2600, sementara S26 Ultra kabarnya akan tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Qualcomm di seluruh dunia.
Meski begitu, Samsung tampak percaya diri. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan menguraikan apa yang diharapkan dihasilkan oleh proses Gate-All-Around (GAA) 2nm yang baru: peningkatan kinerja sekitar 5%, peningkatan efisiensi 8%, dan pengurangan ukuran chip sekitar 5% dibandingkan dengan proses 3nm generasi kedua.
Angka-angka tersebut sendiri tidak terlalu besar. Namun, angka-angka tersebut sudah menunjukkan hasil. Samsung tampaknya telah mengamankan sekitar seperempat pesanan Galaxy S26 dan mendapatkan kontrak Tesla senilai USD16,5 miliar untuk chip AI6-nya — semuanya didasarkan pada kemampuan 2nm awal.
Hasil produksi adalah bagian lain dari teka-teki ini. Samsung mengatakan Exynos 2600 mencapai tingkat hasil produksi sekitar 60% sejauh ini, yang kabarnya cukup untuk memulai produksi serius. Jika itu terjadi, perusahaan dapat menghemat $20–$30 per unit dibandingkan dengan menggunakan chip Snapdragon — berpotensi menurunkan bill of material (BoM) untuk model S26 Eropa secara signifikan.
Namun tidak semua orang yakin ini adalah comeback yang diinginkan Samsung. Exynos memiliki sejarah panjang yang terlihat bagus di lembar spesifikasi dan mengalami kesulitan setelah ponsel tersebut sampai ke tangan orang-orang. Dan masih ada celah desain yang mendasar: sementara Qualcomm dan Apple membangun arsitektur CPU yang sangat dikustomisasi, Samsung terus menggunakan desain inti Lumex standar ARM, yang biasanya tertinggal dalam optimasi dunia nyata.
Dengan peluncuran Galaxy S26 yang semakin dekat, pertanyaannya cukup sederhana: apakah lompatan awal 2nm Samsung merupakan titik balik yang sesungguhnya atau sekadar déjà vu bagi pembeli Eropa? Perusahaan jelas yakin langkah-langkah kecil akan bermanfaat. Apakah pelanggan setuju atau tidak, itu cerita lain. (nano)















Facebook Comments