Sukoharjonews.com – Exynos 2600 telah secara resmi dirinci sebagai prosesor mobile unggulan generasi berikutnya dari Samsung, memberikan gambaran tentang bagaimana smartphone masa depan dapat menangani kinerja, efisiensi, dan kecerdasan di perangkat. Dibangun di atas proses 2nm GAA, chip ini memperkenalkan perubahan di seluruh CPU, AI, grafis, dan desain termal.
Dikutip dari Gizmochina, Rabu (24/12/2025), proses 2nm GAA, atau Gate-All-Around, adalah teknologi manufaktur semikonduktor Samsung yang paling canggih, dirancang untuk meningkatkan efisiensi daya dan kontrol transistor dibandingkan dengan node berbasis FinFET sebelumnya. Laporan menunjukkan bahwa Exynos 2600 akan mendukung Galaxy S26 dan S26 Plus yang akan datang, sementara S26 Ultra mungkin akan menampilkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Galaxy.
Exynos 2600 dilengkapi dengan CPU deca-core berbasis arsitektur Arm v9.3, menggabungkan satu core C1-Ultra berkinerja tinggi, tiga core C1-Pro yang berfokus pada kinerja, dan enam core menengah yang disetel untuk efisiensi. Samsung telah beralih dari core kecil tradisional, bertujuan untuk menyeimbangkan kinerja berkelanjutan dan efisiensi di seluruh tugas sehari-hari dan beban kerja yang berat.
Perusahaan mengklaim peningkatan yang signifikan dalam kinerja komputasi dan konsumsi daya, dibantu oleh perubahan arsitektur dan dukungan untuk set instruksi canggih yang meningkatkan responsivitas pembelajaran mesin di perangkat.
AI adalah tema utama Exynos 2600, dengan NPU yang ditingkatkan yang memungkinkan tugas AI generatif yang lebih cepat sekaligus mengurangi latensi dan konsumsi daya. Ini memungkinkan fitur AI yang lebih kompleks seperti pengeditan gambar dan asisten cerdas untuk berjalan langsung di perangkat.
Dari sisi grafis, GPU Xclipse 960 menghadirkan peningkatan ray tracing dan upscaling berbasis AI melalui teknologi ENSS, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman bermain game yang lebih lancar bahkan dengan anggaran daya yang terbatas.
Samsung juga memperkenalkan Heat Path Block, solusi termal baru yang meningkatkan efisiensi pembuangan panas, membantu chip mempertahankan kinerja yang stabil selama bermain game atau beban kerja AI yang berkepanjangan.
Kemampuan kamera dan multimedia juga mengalami peningkatan, dengan dukungan untuk sensor hingga 320 megapiksel, pengurangan noise video tingkat lanjut, dan pemutaran video 8K. Secara keseluruhan, perubahan ini memposisikan Exynos 2600 sebagai platform yang berfokus pada kinerja berkelanjutan daripada kinerja sesaat, membentuk visi Samsung untuk smartphone unggulan masa depan. (nano)
Tinggalkan Komentar