Sukoharjonews.com (Solo) – Es kapal tentu sudah sangat familiar di telinga masyarakat Kota Solo dan sekitarnya. Es ini merupakan kuliner tempo dulu yang populer pada tahun 1980-an. Dinamakan es kapal karena bentuk gerobak yang digunakan penjualnya seperti kapal. Selain itu, roti tawar yang dicelupkan di gelas menyerupai layar pada kapal.
Umumnya anak–anak pasti menyukai minuman es. Selama berbagai macam es dijual bebas seperti es krim, es cendol, dan lainnya. Meski merupakan es jadul, es kapal tidak mau kalah dengan es-es kekinian. Hal itu dilakukan dengan melakukan inovasi dan mengkreasikan dengan berbagai macam varian rasa. Es Kapal Bhayangkara dengan namanya yang unik ini memiliki berbagai varian rasa anggur, coklat, nangka, strawberry, coklat, dan durian.
Es Kapal ini berada di Baron, Jl Bhayangkara No.28, Paluran, Laweyan Solo. Di lokasi itulah es Kapal terlegendaris ini selalu memarkirkan gerobaknya, berada tepat di depan Museum Keris. Lokasinya yang berada tepat dibawah pohon rindang menambah kenyamanan bagi para konsumen. Penjual es kapal itu bernama Harry, 65.
“Inovasi dan menjaga kualitas rasa tetap otentik agar dapat menarik minat pembeli dan menjadi daya tarik bagi para masyarakat kususnya remaja,” jelas Harry, Selasa (29/11/2022).
Es Kapal Bhayangkara mulai buka dari pukul 10.00 – 19.00 WIB setiap hari. Usut punya usut, Harry sudah berjualan es kapal selama hampir 5 tahun. Dengan harga Rp5.000 saja pembeli dapat mencicipi varian rasa sesuai selera. Meski sudah tidak seramai dulu, namun es kapal ini masih sangat eksis dikalangan masyarakat. Es ini cocok sebagai minuman pelepas dahaga di siang hari.
Dengan gerobak yang menangkut beberapa gelas, sendok, sedotan, dan alat minum sang penjual menata varian rasa es kapal dengan berbagai pernak–pernik warna. Es kapal ini terbuat dari serutan es dipadukan dengan santan, susu coklat, dan dicampur sedikit tape, disajikan dengan sepotong roti tawar diatasnya mirip moncong kapal.
“Semoga ters dilarisi, jangan bosan–bosannya untuk mampir ke es kapal saya melepas dahaga, jangan lupakan rasa es kapal yang tanpa bahan pengawet,“ tambah Harry. (patrisia argi/mg)
Tinggalkan Komentar