Sukoharjonews.com – Ratusan eks karyawan PT Sritex Sukoharjo menggelar aksi upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 2026 di depan pintu gerbang pabrik, Senin (17/8/2028). Aksi tersebut sengaja digelar sebagai bentuk keprihatinan karena hingga saat ini hak karyawan berupa pesangon dan lainnya belum dibayarkan.
“Pabrik tutup sudah satu tahun lebih, tapi hingga saat ini hak-hak kami selami eks karyawan belum dipenuhi,” tandas Koordinator Solidaritas Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono.
Agus mengaku selama ini berjuang didampingi kuasa hukum, tapi kejelasan soal pesangon tak kunjung datang. Bahkan, saat ini sudah puluhan eks karyawan yang meninggal dunia sehingga tidak bisa menikmati haknya.
“Kami harap ini adalah aksi terakhir. Artinya apa, kami harap tahun ini selesai semuanya,” ujarnya.
Agus juga berharap pemerintah melakukan intervensi dengan mengambilalih Sritex melalui Danantara karena sempat ada berita tentang hal itu.
Senada dikatakan Kuasa Hukum eks karyawan Sritex), Machasin Rohman. Menurutnya, hingga saat ini memang belum ada kejelasan soal hak eks karyawan. Machasin mengaku selama ini rutin tiga bulan sekali melakukan pertemuan dengan kurator.
“Ketemu terakhir sekitar dua bulan lalu dan disampaikan jika aset-aset Sritex sudah disampaikan ke KPKNL untuk dilelang,” ujarnya.
Hanya saja, soal kapan lelang aset akan dilakukan belum diketahui kepastiannya. Dengan kata lain, pembayaran hak eks karyawan juga belum jelas.
“Kami juga berharap tahun ini selesai, kalau perlu dua bulan lagi selesai tidak perlu menunggu setahun baru selesai,” tandasnya.
Machasin juga mengaku sudah mendegar berita tentang rencana Danantara mengambilalih Sritex. Namun, Machasin menegaskan hal itu juga belum dipastikan karena baru sebatas pemberitaan. (nano)
Tinggalkan Komentar