Santri Ponpes Diharapkan Kembangkan Industri Kecil Menengah

Direktur Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Direktorat Jenderal Kementerian Perindustrian Sudarto memberikan penjelasan mengenai alat pemroduksi makanan kecil di Ponpes Hajjah Nuriyah Shabran, Kartasura, Senin (7/5).

Sukoharjonews.com (Kartasura) – Potensi jaringan pondok pesantren (Ponpes) sangat besar. Untuk itu, santri ponpes didorong untuk mengembangkan produk Industri Kecil Menengah (IKM). Selama ini, Kementerian Perindustrian intensif memberikan pelatihan pada santri ponpes. Seperti yang dilakukan pada santri Ponpes Hajjah Nuriyah Shabran, Kartasura, Senin (7/5).



“Kami memberikan bimbingan teknis pembuatan makanan ringan seperti kue. Kami juga intensif memberikan dorongan pada santri untuk giat berwirausaha,” ujar Direktur Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Direktorat Jenderal Kementerian Perindustrian Sudarto.

Menurutnya dengan pelatihan pada santri diharapkan dapat menumbuhkan IKM dan wirausaha baru di kalangan pondok pesantren. Pasalnya, kebutuhan untuk warga ponpes yang terkait IKM banyak yang bisa dikembangkan. Seperti kebutuhan pakaian, pangan, dan lainnya. Untuk itu, Kementerian hadir guna mengoptimalisasi dan memberikan motivasi bagi para santri agar membuat produk yang lebih baik.

Sudarto melanjutkan, sebenarnya para santri dengan koneksivitas yang luas bisa saling bekerjasama. Sudarto mencontohkan, santri pondok pesantren A mahir membuat baju. Produknya bisa mereka dikirimkan ke ponpes lain. Begitu juga dengan produk makanan, semuanya bisa saling mencukupi.

“Misalnya ponpes menggelar pengajian, untuk makanan kecil seperti roti bisa dibuat sendiri. Hal itu bisa terus dikembangkan. Dengan pelatihan ini kami harapkan pengelolaan akan lebih baik untuk IKM di ponpes,” kata Sudarto.

Untuk kegiatan di Ponpes Hajjah Nuriyah Shabran, Kartasura sendiri, pihaknya memberikan bimbingan teknis pengembangan produk IKM makanan ringan. Bimbingan teknis tersebut diberikan pada 20 orang operator. Sedangkan santri yang mengikuti kegiatan sekitar 100 santri.

Dia menambahkan, potensi tersebut akan terus dikembangkan di Indonesia. Sesuai data yang ada, terdapat 3,65 juta santri di 2.000 pondok pesantren. Jika terkoneksi semuanya dipastikan akan meningkatkan ekonomi masyarkat utamanya warga ponpes. Selama ini, kementerian sudah melakukan pelatihan di ponpes di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. (erlano putra.



Share: