Pedagang Pasar Dikumpulkan untuk Sosialisasi Harga Jelang Ramadan

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo mengumpulkan pedagang pasar untuk diberi sosialisasi mengenai harga dan stok barang.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo mengumpulkan pedagang pasar. Hal itu dilakukan untuk memberikan sosialisasi mengenai harga jelang Ramadan dan Lebaran. Sosialisasi pada pedagang diperlukan dalam rangka menjaga stabilitas harga di pasaran menjelang Ramadan dan Lebaran. Dengan sosialisasi, diharapkan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar.



“Dalam kegiatan ini, kami mengundang 100 pedagang grosir dan eceran untuk diberikan sosialisasi mengenai stok barang dalam rangka menjaga stabilitas harga di pasaran,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo Sutarmo, Sabtu (12/5).

Dikatakan Sutarmo, pedagang pasar ketika menemui kenaikan harga barang tertentu yang tidak wajar diminta untuk melapor ke petugas Disdagkop dan UKM. Nantinya, dinas akan menindaklanjuti dan mencari masalah serta solusi terbaik. Bahkan, bila dibutuhkan akan digelar operasi pasar untuk mengendalikan harga.

Menurutnya, untuk operasi pasar, sejumlah instansi seperti BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Bulog siap membackup sesuai dengan fungsi masing-masing. Sutarmo mengatakan, PT PPI sebagai BUMN yang bergerak di bidang perdagangan juga mendapat mandat dalam mendistribusikan bahan pokok dan terlibat langsung menjadi bagian dalam mekanisme pasar.

Sutarmo menyampaikan, sebelumnya tim Gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga di Pasar Ir Soekarno pada Selasa (8/5) lalu. Petugas melakukan pantauan harga dan stok barang yang ada dilapangan. Hasilnya, kenaikan harga masih dianggap normal. Selain itu, mereka juga melihat kondisi makanan.

Kegiatan tersebut melibatkan Polres Sukoharjo, Satpol PP, Dinas Pertanian dan Perikanan. Selain mengecek harga, Sutarmo juga meminta masyarakat jeli dengan produk kedaluwarsa. “Biasanya selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran tingkat konsumsi masyarakat mengalami peningkatan dan terkadang melupakan pemeriksaan tanggal expired date atau tanggal kedaluwarsa produk,” katanya. (erlano putra)



Share: