Sukoharjonews.com (Jakarta) – Indonesia dikenal memiliki kekayaan laut dan alam yang menjadi daya tarik global. Dari ribuan pulau yang tersebar di nusantara, Kepulauan Wakatobi menonjol sebagai destinasi bahari unggulan yang tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menopang kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Melihat potensi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Cabang Bau-Bau memainkan peran penting dalam memperkuat konektivitas antarpulau lewat layanan penyeberangan yang andal.
Layanan ini berfungsi lebih dari sekadar sarana mobilitas, karena turut memperlancar distribusi logistik, membuka akses wilayah, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian kepulauan secara berkelanjutan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan layanan penyeberangan di lintasan Bau-Bau merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan konektivitas laut yang optimal, terutama bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ia menekankan bahwa kapal penyeberangan memiliki peran strategis sebagai penghubung ekonomi antardaerah.
“Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (7/2/2026).
Sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, Wakatobi berada di kawasan Coral Triangle yang dikenal dengan kekayaan terumbu karang dan keanekaragaman hayati lautnya. Pulau-pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, hingga Hoga menawarkan pengalaman wisata autentik melalui aktivitas snorkeling dan diving, yang sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Sumber Daya Pangan
Selain pariwisata, Wakatobi juga memiliki potensi sumber daya pangan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Hasil laut menjadi komoditas utama, didukung oleh produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola secara berkelanjutan.
Dalam konteks ini, kelancaran transportasi laut memegang peranan penting untuk menjaga distribusi barang, kestabilan harga, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.
General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan empat belas lintasan perintis dengan dukungan empat belas unit kapal.
Dua armada utama, yakni KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II, menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi melalui rute Kamaru–Wanci serta Kamaru–Kaledupa–Wanci–Tomia–Binongko.
Sepanjang tahun 2025, layanan penyeberangan ke wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang dan mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan. Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan konektivitas laut, sekaligus menegaskan peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan perekonomian kepulauan.
Dengan kesiapan armada serta penguatan layanan lintasan yang berkelanjutan, ASDP berkomitmen untuk terus membangun konektivitas laut yang inklusif dan merata. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai salah satu kebanggaan nasional. (nano)
Tinggalkan Komentar