Sukoharjonews.com – Membaca doa lancar persalinan adalah praktik yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh ketika beliau memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin untuk membacakan doa lancar persalinan di dekat Sayidatina Fathimah RA.
Praktik membaca doa ini memiliki tujuan ganda, yakni memohon kelancaran proses persalinan dan juga memberikan ketenangan serta kekuatan spiritual kepada ibu hamil yang menghadapinya. Namun, perlu diingat bahwa selain berdoa, perawatan medis dan dukungan dari tenaga medis juga sangat penting dalam menjalani proses persalinan dengan aman dan nyaman.
Dikutip dari Bincang Muslimah, pada Minggu (18/2/2024), Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar telah membahasnya dengan judul Babu ma yuqalu indal wiladah wa ta’allumil mar’ah bidzalik (bab apa yang diucapkan ketika melahirkan dan saat seorang wanita kesakitan sebab hal itu).
ينبغي أن يكثر من دعاء الكرب الذي قدمناه. وروينا في كتاب ابن السني عن فاطمة رضي الله عنها ” أن رسول الله (صلى الله عليه وسلم) لما دنا ولادها أمر أم سلمة وزينب بنت جحش أن يأتيا فيقرآ عندها آية الكرسي ، و (إن ربكم الله..) إلى آخر الآية (3) [ الاعراف : 54 ] ويعوذاها بالمعوذتين “.
Diharapkan agar (ketika proses melahirkan) memperbanyak doa “kesusahan” yang telah kami sampaikan (pada bab sebelumnya). Dan diriwayatkan kepada kita di dalam kitab Ibnus Sunni dari Fatimah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. ketika Fatimah mau melahirkan, beliau menyuruh Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy datang, lalu membaca di samping Fatimah ayat kursi, ayat wa inna rabbakumullah sampai akhir ayat, serta meminta perlindungan untuk Fatimah dengan membaca dua surah muawwidzatain (An-Nas dan Al-Falaq).
Adapun salah satu doa saat kesusahan yang telah disampaikan imam An-Nawawi adalah riwayat Ibnu Abbas r.a. sebagai berikut:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَلِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ. رواه البخاري.
Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Nabi saw. ketika mengalami kesusahan selalu berdoa
laa ilaaha illa allahul alimul haliim. laa ilaaha illa allahu rabbul ‘arsyi; ‘adzim laa ilaaha illa allahu rabbus samaawaati wa rabbul arsyil karim.
Artinya; Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan pemelihara ‘Arasy yang Maha Agung, Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memelihara langit dan bumi, Tuhan pemelihara arasy yang mulia. (H.R. Al-Bukhari).
Sementara, ayat 54 surah Al-A’raf lengkapnya adalah:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54)
Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam. (QS. Al-A’raf : 54).
Demikianlah beberapa doa yang dipanjatkan menjelang persalinan yang diajarkan oleh Rasulullah, yakni doa kesusahan, ayat kursi, ayat 54 surah Al-A’raf, surah An-Nas dan Al-Falaq. Doa ini hendaknya dipanjatkan oleh suami maupun keluarga terutama yang sedang menemani proses persalinan tersebut agar lancar dan selamat.(cita septa)
Tinggalkan Komentar