Sukoharjonews.com – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan dua sekolah unggulan di dua kecamatan. Program tersebut mulai diterapkan tahun 2026 dan jumlahnya akan terus ditambah tiap tahunnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang PW, mengatakan, Disdikbud Sukoharjo saat ini sudah melakukan persiapan sekolah unggulan di wilayah Kecamatan Grogol dan Weru. Ada dua sekolah yang ditunjuk dan sekarang sedang disiapkan.
“Nantinya, kegiatan belajar mengajar di sekolah unggulan akan menerapkan kurikulum nasional religius. Artinya tetap memakai dasar yang ditetapkan pemerintah dengan tambahan ilmu agama,” ujar Havid, Selasa (4/11/2025).
Pemilihan wilayah penerapan sekolah unggulan di Kecamatan Grogol (Desa Telukan) dilakukan dengan melihat aspek kepadatan penduduk yang tinggi. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapat murid di sekolah sangat ketat.
Sedangkan Kecamatan Weru (Desa Krajan) dipilih karena berbanding terbalik dengan Kecamatan Grogol karena jumlah penduduk yang sedikit. Namun demikian kondisi tersebut juga berdampak pada persaingan ketat memperebutkan murid baru di sekolah saat tahun ajaran baru.
“Kondisi sekolah negeri karena regulasi berdampak pada keterbatasan dibanding sekolah berbasis agama. Itu terlihat setiap kali tahun ajaran baru sekolah persaingan mendapat murid baru sangat ketat. Karena itu Disdikbud Sukoharjo akan menerapkan program sekolah unggulan dan siap diterapkan tahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Persiapan yang dilakukan di tahun 2025 berupa fisik bangunan sekolah. Selain itu juga terkait tenaga pendidik dan lainnya. Termasuk di tahun 2026 mendatang akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana tambahan.
Sekolah unggulan nanti akan menanggung semua biaya pendidikan siswa. Artinya pembelajaran diterapkan secara gratis. Kebutuhan anak akan dipenuhi oleh Disdikbud Sukoharjo.
“Sedang kami persiapan kepala sekolah dan guru yang kompeten. Termasuk tenaga pendidik untuk muatan lokal, pegawai Tata Usaha dan penjaga sekolah. Kurikulum yang akan diterapkan nanti sesuai standar nasional dan ditambah nilai-nilai religius agama,” lanjutnya.
Untuk tahap awal, dua sekolah unggulan yang disiapkan tersebut masih untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). (nano)
Tinggalkan Komentar