Sukoharjonews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo kembali menyalurkan bantuan rehab RTLH. Kali ini, bantuan disalurkan di empat kecamatan untuk sembilan penerima dengan total bantuan Rp147 juta. Bantuan diserahkan langsung Bupati Etik Suryani, Rabu (29/4/2026).
Untuk sembilan penerima terebut tersebar di Kecamatan Bulu untuk tiga penerima, Nguter satu penerima, Sukoharjo tiga penerima, dan Kecamatan Bendosari untuk dua penerima.
Masing-masing warga menerima bantuan dengan nominal berbeda antara Rp15 juta hingga Rp20 juta, menyesuaikan kondisi rumah yang akan diperbaiki.
“Hari ini kami bersama Baznas dan OPD terkait menyalurkan bantuan RTLH di sembilan titik di Kabupaten Sukoharjo dengan total anggaran sebesar Rp147 juta yang bersumber dari Baznas,” ujar Etik.
Etik berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat mewujudkan hunian yang sehat dan layak. Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan sebagian rezekinya melalui Baznas.
“Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki rumah yang sehat dan layak huni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah peduli dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Etik menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Sukoharjo, salah satunya melalui program rehab RTLH. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperluas jangkauan bantuan.
“Targetnya tidak dibatasi setiap tahun. Semakin banyak semakin baik, karena kami ingin persoalan kemiskinan ekstrem di Sukoharjo segera terselesaikan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan Baznas dan CSR,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan bantuan yang disalurkan tersebut sudah melalui proses survei. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Terkait nilai bantuan yang diberikan pun tidak sama karena mengacu pada kondisi penerima saat dilakukan survei.
“Kami survei dulu ke lokasi calon penerima, jika memang memenuhi syarat, bantuan pasti cair dan nilainya disesuaikan dengan kondisi rumah penerima bantuan. Apakah hanya renovasi atau rehab,” ujar Sardiyono. (nano)
Tinggalkan Komentar