Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo menggelar sosialisasi bahaya narkoba untuk siswa SMP. Kegiatan tersebut digelar untuk selama empat hari 2-5 Oktober. Total ada 1.800 siswa yang mengikuti sosialisasi dan tiap hari dibagi per rayon. Disela-sela sosialisasi tersebut, digelar doa bersama untuk para korban bencana gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan penyaluran bantuan dari para siswa.
“Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk siswa SMP ini rutin kami gelar tiap tahun. Tahun ini ada 1.800 siswa dimana sosialisasi dilakukan per rayon selama empat hari,” jelas Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sukoharjo Dwi Atmojo Heri.
Dikatakan Heri, saat ini ada empat rayon sehingga sosialisasi dilakukan per rayon. Sehingga, setiap hari dilakukan sosialisasi untuk satu rayon. Dengan sosialisasi tersebut diharapan generasi penerus utamanya pelajar akan terhindar dari narkoba dengan mengetahui dan memahami bahayanya. Kegiatan sosialisasi sendiri menggandeng BNK Sukoharjo.
“Disela-sela sosialisasi ada kegiatan doa bersama dan penyaluran bantuan untuk korban gempa. Nantinya bantuan akan disalurkan oleh BNK dengan bekerjasama dengan PMI Sukoharjo,” ujar Heri.
Heri mengaku, bantuan yang diberikan oleh siswa selain berwujud uang, juga seragam sekolah dengan kondisi bagus. Selain itu, ada juga barang-barang lainnya. Dengan bantuan dari para siswa tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana gempa di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulteng.
Sedangkan Penyuluh BNK Sukoharjo Agus Widanarko mengatakan, BNK Sukoharjo sudah dua hari membuka posko bantuan untuk korban gempa Sulteng. Rencananya, posko tersebut akan dibuka selama lima hari. Dengan pembukaan posko tersebut, BNK menerima penyaluran bantuan dari berbagai elemen masyarakat di Sukoharjo. “Khusus untuk kegiatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, bantuan diberikan oleh para siswa yang menyisihkan seragam OSIS yang masih bagus,” terang Danar.
Terkait kegiatan sosialisasi tersebut, Danar mengaku sangat positif. Dengan harapan, para pelajar sebagai generasi penerus dapat terhindar dari narkoba setelah tahu dampak dan bahayanya. Menurutnta, ketika pelajar sudah tahu dampak negatif dan bahayanya, diharapkan pelajar tidak sekali-sekali mendekati narkoba. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar