Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengklaim hasil panen padi petani saat ini cukup bagus. Pasalnya, dari sejumlah wilayah yang tengah panen, hasil ubinan padi petani diatas 8 ton per hektar. Hasil tersebut cukup membuat dinas optimistis target surplus beras tahun ini sebesar 135.000 ton dapat terpenuhi. Saat ini, sejumlah wilayah yang sudah memasuki masa panen adalah Kecamatan Mojolaban, Polokarto, dan Weru.
“Setiap tahun sudah bisa surplus beras dan tahun ini ditargetkan surplus beras sebesar 135.000 ton,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, Selasa (17/3/2020).
Disinggung mengenai harga gabah hasil panen petani saat ini, Netty mengaku untuk harga gabah kring panen (GKP) saat ini cukuo tinggi berkisar di angka Rp4.500 per kilogram dan tertinggi diatas Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram. Dengan harga tersebut, Netty mengaku petani cukup mendapatkan untung.
Netty juga mengatakan, petani disejumlah wilayah di Sukoharjo sudah melakukan panen padi pada Masa Tanam (MT) I. Petani yang sudah panen tersebut mayoritas berada di wilayah Kecamatan Weru, Mojolaban dan Polokarto. Panen padi dilakukan petani setempat mengingat sebelumnya mereka sudah melakukan tanam lebih dahulu dibanding lainnya. Dinas memantau langsung kondisi petani saat panen padi untuk mengetahui hasilnya.
Soal lahan padi yang sempat terkena banjir beberapa waktu lalu, Netty mengaku lahan padi yang terendam tidak sampai lima hari sehingga kerusakan tidak terlalu besar. Beda cerita jika padi terendam banjir hingga lima hari atau lebih sehingga bisa membuat tanaman padi rusak dan mati. Dengan kata lain, banjir yang terjadi beberapa waktu tidak sampai membuat tanaman padi petani mati.
“Kalau ada kerusakan memang iya, tapi tidak sampai membuat tanaman padi mati sehingga gagal panen,” ujarnya. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar